A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 28 Jul 2020

Markets Warp 28 Jul 2020

PDFCetak

FOREX.6US Dollar terus melemah mengawali pekan akhir bulan Juli ini, Peradagangan Senin (247/07) Indeks Dolar AS (DXY) merosot lagi sekitar 0.5 persen, menyentuh rekor terendah sejak September 2018 pada level 93.42.

Nilai tukar USD terpuruk pada rekor terendah empat bulan versus Yen Jepang dan rekor terendah lima tahun versus Franc Swiss. Dolar AS juga tumbang ke level rendah dua tahun terhadap Euro. Kekhawatiran atas meningkatnya konfirmasi positif virus Corona di Amerika Serikat dan antisipasi terhadap kebijakan The Fed pekan ini, menjadi pijakan bagi mata uang Euro untuk mengungguli Dolar AS.

Pelaku pasar tengah menyoroti kemungkinan Federal Reserve memilih arahan kebijakan moneter yang lebih akomodatif dalam rapat FOMC pekan ini. Sementara itu, ekspektasi anggaran stimulus dari parlemen AS kian minim. Trader dan investor menilai The Fed tidak akan mengumumkan perubahan kebijakan suku bunga maupun Quantitative Easing dalam pernyataan pasca-rapat hari Kamis (dini hari) mendatang. Tapi sejumlah pihak menganggap pernyataan pejabat The Fed belakangan ini menyiratkan kemungkinan bank sentral akan semakin menoleransi inflasi di bawah target, sehingga bersedia membiarkan suku bunga rendah dalam kurun waktu lebih lama.

Perpolitikan AS kini juga menghadirkan ketidakpastian besar bagi pasar keuangan global. Sementara sengketa diplomatik dengan China belum terselesaikan, pemulihan ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda kemacetan. Data klaim pengangguran pekan lalu meleset dari ekspektasi, demikian pula dengan laporan Purchasing Managers' Index (PMI) versi Markit.

Sementara itu, Parlemen AS terus memperdebatkan rencana anggaran stimulus tambahan untuk menanggulangi pandemi, padahal jatah anggaran sebelumnya untuk sebagian subsidi bagi pengangguran bakal habis pekan ini. Gedung Putih dan Senat telah menyepakati rencana anggaran tambahan sebesar USD1 Triliun. Namun, proposal itu masih perlu dibahas oleh House of Representatives yang didominasi kubu Demokrat. Para petinggi Demokrat telah menjanjikan anggaran dalam jumlah lebih besar, mencapai hampir USD3 Triliun.

Disektor komoditi, logam mulia emas akhirnya behasil mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan Spot XAU/USD naik setinggi 1.945 kemarin. Harga emas naik karena meningkatnya permintaan di tengah pandemi. Selain itu, lemahnya Dolar AS dan eskalasi konflik diplomatik AS-China kian menambah kekuatan bullish emas.

Sementara harga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin, Kenaikan tersebut di tengah harapan bahwa upaya-upaya stimulus akan membantu merevitalisasi ekonomi AS. Namun kenaikan harga emas hitam ini dibatasi oleh meningkatnya kasus Virus Corona dan ketegangan antara Washington dan Beijing. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 31 sen menjadi 41,60 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah 7 sen ditutup pada 43,41 dollar AS per barrel.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.