A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 30 Jun 2020

Markets Warp 30 Jun 2020

PDFCetak

FOREX.8US Dollar bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (29/06). USD Indeks sempat terkoreksi serendah 97.11 di sesi Eropa, namun kembali naik dan mencetak level tertinggi harian di 97.65, sebelum akhirnya menetap di kisaran 97.45 pagi ini saat berita
ditulis.

Mata uang high risk seperti Aussie dan Kiwi menanjak lebih tinggi, tetapi gelombang infeksi virus Corona baru membayangi optimisme investor karena jumlah kasus COVID-19 mencetak rekor baru secara global, tetapi optimisme masih cukup tinggi dan mendukung safe haven Dolar AS. Investor juga menyemangati data perumahan AS yang kuat semalam yang menunjukkan kenaikan kembali dalam penjualan rumah dan izin bangunan, hal ini berpotensi mendukung data pekerjaan akhir pekan nanti yang diperkirakan akan meningkat.

Laporan terbaru dari Eropa dan Inggris juga menggambarkan pemulihan ekonomi yang berlangsung secara perlahan tapi pasti. Presiden ECB Christine Lagarde menilai Zona Euro sudah melewati periode terburuk dalam krisis ekonomi akibat COVID-19, meski tak menampik besarnya ancaman gelombang kedua pandemi.

Sementara Pounds jatuh terhadap dolar ke posisi terendah satu bulan baru pada hari Senin, GBP/USD turun 0,33%, menjadi $  1.2251. Utang publik U.K telah melampaui PDB untuk pertama kalinya sejak 1963, setelah pemerintah meminjam rekor £ 55 miliar pada Mei untuk mendanai program stimulus fiskal guna meredam pukulan ekonomi dari pandemi, data pemerintah menunjukkan
awal bulan ini.

Dilaporkan juga, publikasi media dari kantor Perdana Menteri menyebutkan bahwa Johnson mengatakan kepada PM Polandia Mateusz Morawiecki pada akhir pekan, "Inggris akan melakukan negosiasi secara konstruktif, tetapi siap untuk meninggalkan periode transisi (brexit) sesuai ketentuan perdagangan ala Australia jika kesepakatan tidak dapat dicapai."

Sebuah kesepakatan dagang ala Australia mengacu pada perjanjian perdagangan umum yang dibuat berdasarkan peraturan World Trade Organisation (WTO) dan saat ini diberlakukan dalam relasi antara Uni Eropa-Australia. Bagi pelaku pasar, "kesepakatan dagang ala Australia" itu sudah lama dianggap tidak ada bedanya dengan "No-Deal Brexit", karena Inggris akan kehilangan semua keistimewaan yang dinikmatinya selama menjadi anggota Uni Eropa. Tak pelak, komentar Johnson memberikan basis untuk pesimistis terhadap prospek hasil perundingan pekan ini.

Disektor komoditi, harga emas masih naik meski hanya berubah sedikit pada penutupan perdagangan Senin, Emas tetap mampu bertahan mendekati puncak tertinggi dalam 8 tahun. Cepatnya penyebaran virus Corona menjadi ancaman gagalnya harapan akan pemulihan ekonomi di seluruh dunia. Emas spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.768 per ounce Pagi ini, tetapi hanya selisih USD 9 di bawah level tertinggi sejak Oktober 2012 yang dicapai Rabu lalu.

Sementara harga minyak mentah dunia naik hingga 3,1 persen pada penutupan perdagangan Senin. Penguatan harga minyak ini ditopang oleh data ekonomi di Asia dan Eropa. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi US$41,71 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat US$1,21 atau 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel di New York Mercantile Exchange.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.