A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 26 Jun 2020

Markets Warp 26 Jun 2020

PDFCetak

FOREX.5US Dollar menguat pada perdagangan Kamis (25/06). Data Durable Goods Orders AS bulan Mei yang naik melebihi ekspektasi, semakin menambah bullish Dolar yang sudah menguat akibat aksi penghindaran risiko.

Mata uang tersebut sebelumnya telah mendapatkan dorongan naik akibat aksi beli safe haven, di tengah pertambahan kasus baru Covid-19 di AS. Indeks Dolar AS (DXY) naik setinggi 97.60 semalam, tertinggi dalam tiga sesi perdagangan.

Kabar baik datang dari data order barang-barang tahan lama (Durable Goods Orders). Pesanan barang-barang pabrikan AS melonjak 15.8 persen di bulan Mei 2020. Hasil tersebut jauh melebihi ekspektasi kenaikan ke 10.3 persen, dan membaik dari bulan April yang merosot -17.7 persen.

Namun, rilis data Gross Domestic Products (GDP) AS untuk estimasi final, tidak mengalami perubahan. Pertumbuhan AS masih anjlok ke -5 persen di kuartal pertama 2020, sesuai dengan estimasi sebelumnya. Penurunan GDP kali ini adalah yang terendah sejak kuartal akhir 2008, akibat pembatasan sosial berskala besar demi menyetop penyebaran virus corona.

Sementara itu, data Klaim Pengangguran AS justru lebih buruk daripada ekspektasi. Untuk pekan yang berakhir tanggal 20 Juni, tercatat 1.480 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran di AS. Meski masih lebih rendah daripada pekan sebelumnya, tetapi jumlah tersebut lebih banyak daripada eksepktasi 1.3 juta saja. Hal ini disebabkan karena berlanjutnya PHK oleh beberapa perusahan, menyusul penutupan usaha-usaha non esensial Maret lalu.

Harga minyak naik di perdagangan awal pada hari Jumat, memperpanjang keuntungan dari hari sebelumnya di tengah optimisme tentang pemulihan permintaan bahan bakar di seluruh dunia, meskipun ada lonjakan infeksi coronavirus di beberapa negara bagian AS dan indikasi kebangkitan di produksi minyak AS. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen, atau 0,4%, menjadi $ 38,87 tetapi berada di jalur untuk sedikit penurunan untuk minggu ini. Minyak mentah berjangka Brent naik 22 sen, atau 0,5%, menjadi $ 41,27, tetapi juga menuju penurunan untuk minggu ini.

Harga emas stabil kemarin, karena lonjakan kasus virus corona dan meningkatnya kekhawatiran akan ekonomi membuat investor gelisah. Harga emas di pasar spot hanya mengalami sedikit perubahan dan naik ke level USD 1,768 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak Oktober 2012 di USD 1,779 pada perdagangan Rabu kemarin.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.