A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 19 Mei 2020

Markets Warp 19 Mei 2020

PDFCetak

USD-8Dollar AS melemah pada perdagangan Senin (18/05), merespon kenaikan harga minyak serta pernyataan Powell soal pandangannya terhadap pemulihan ekonomi. Mata uang-mata uang komoditas menguat terhadap Dolar AS, akibat lonjakan harga minyak yang mencapai sekitar 9 persen kemarin. Indeks Dolar AS berjangka turun serendah 99.60 kemarin. Sedangkan Dolar Kanada melesat menjatuhkan USD/CAD hingga 0.75 persen ke 1.3936 terendah sejak tanggal 11 Mei.

Penurunan Dolar AS juga tertekan oleh pengaruh dari pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell. Setelah pekan lalu mengatakan bahwa suku bunga negatif belum diperlukan, Powell menyebut bahwa ekonomi AS dapat menyusut hingga 30 persen di kuartal kedua.

Oleh karena itu, bank sentral akan mencetak lebih banyak Dolar dan memperpanjang stimulus moneter demi menanggulangi krisis ekonomi akibat pandemi. Para investor menyambut pelonggaran moneter ini, terbukti dengan melemahnya Dolar AS. Berdasarkan kalkulasi Reuters dan CFTC, pertaruhan terhadap Dolar AS menyusut ke level terkecil dalam tujuh pekan terakhir.

Namun demikian, depresi berkepanjangan kemungkinan tak sampai terjadi. Dalam wawancara, Powell menyebutkan bahwa jumlah pengangguran AS memang sudah melampaui rekor di tahun 1930-an. Akan tetapi, lagi-lagi Powell memberikan pernyataan bernada optimis, bahwa dengan sistem finansial dan ekonomi AS yang dinamis, ada peluang besar untuk pembalikan yang signifikan.

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada akhir perdagangan Senin kemarin, penguatan dipicu hasil uji awal vaksin virus corona yang positif, Sehingga meningkatkan optimisme pasar terkait dimulainya kembali kegiatan ekonomi di sejumlah negara walau virus corona belum berakhir. Kebijakan tersebut mendorong keyakinan pasar bahwa ke depan harga minyak akan naik kembali seiring dengan kenaikan permintaan.

Minyak berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli, harga naik 2,31 dolar AS atau 7,1 persen ke US$34,81 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terangkat 2,39 dolar AS atau 8,1 persen ke US$31,82 per barel.

Sementara harga emas turun dari level tertinggi selama lebih dari tujuh tahun kemarin. Kepala Perdagangan U.S. Global Investors Michael Matousek menjelaskan, salah satu alasan harga emas mengalami tekanan karena investor mulai masuk ke instrumen yang berisiko dan meninggalkan safe haven karena optimisme seputar uji coba vaksin virus Corona

Harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1.728,72 per ounce. Pada sesi sebelumnya harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2012 di USD 1.764,55 per ounce. Sedangkan untuk harga emas berjangka AS melemah 1,3 persen menjadi USD 1.734,40 per ounce.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 19 May 2020 09:28
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.