A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 25 Maret 2020

Markets Warp 25 Maret 2020

PDFCetak

FOREX.7US Dollar bergerak melemah pada perdagangan Selasa (24/03), karena pedagang di seluruh dunia membuang dolar demi aset berisiko seiring gerakan para pemimpin A.S. untuk mendukung ekonomi terbesar dunia itu mendorong bantuan di seluruh pasar keuangan yang terhambat oleh tekanan likuiditas.

Indeks Spot Dollar turun 0,6%, mengakhiri reli 10 hari yang membawanya ke level terkuat pada rekor setelah Federal Reserve mengumumkan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Indeks sebelumnya turun sebanyak 1,5%, terbesar sejak 2016 secara penutupan. Treasury jatuh dan stok di seluruh dunia melonjak pada tanda-tanda pemimpin AS hampir mencapai konsensus pada tagihan pengeluaran untuk meningkatkan ekonomi.

Sementara di Inggris, PM Boris Johnson mendadak mengumumkan Inggris akan memberlakukan lockdown selama tiga minggu mulai hari ini, karena jumlah korban COVID-19 meningkat pesat. Langkah tersebut diambil setelah jumlah korban meninggal akibat infeksi virus melonjak drastis sebanyak 54 menjadi 335 jiwa pada hari Senin, sedangkan total kasus mencapai lebih dari 6700.

Menanggapi pengumuman lockdown, bursa saham Inggris sempat dibuka melemah. Akan tetapi, pergerakan indeks FTSE100 menanjak perlahan hingga membukukan kenaikan lebih dari 4 persen saat berita ini ditulis. Pelaku pasar agaknya menyukai ketegasan Johnson. Pound juga mencatat penguatan impresif sebesar lebih dari 2 persen ke kisaran 1.1799 versus Dolar AS yang sedang terkoreksi akibat langkah agresif The Fed.

Disektor komoditi, emas kembali menguat signifikan dengan spot XAU/USD naik setinggi 1.639 pagi ini, melanjutkan kenaikan semalam. Harga emas terus naik dan melanjutkan tren penguatan yang dimulai minggu ini, seiring penutupan operasi penambangan emas pada beberapa kilang pengolahan emas di Swiss karena covid-19 dan paket stimulus terbaru yang dirilis Federal Reserve AS untuk mengatasi krisis covid-19.

Sementara dalam catatan riset Selasa, analis di Goldman Sachs (NYSE:GS) menggambarkan emas sebagai "mata uang pilihan terakhir" dan menegaskan bahwa fluktuasi pasar akibat Covid-19 akan membantu mendorong harga emas lebih tinggi.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.