A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan

Rangkuman Perdagangan

Markets Wrap 19 Februari 2020

PDFCetak

Rabu, 19 Februari 2020 09:05

USD-9Euro menyelami posisi terendah tiga tahun terhadap dolar pada hari Selasa (18/02), tetap di bawah tekanan di tengah tanda-tanda kelemahan yang sedang berlangsung di Jerman, ekonomi terbesar zona euro.

EUR/USD turun serendah 1.0785 pada Selasa kemarin untuk pertama kalinya sejak April 2017, karena sentimen investor di Jerman memburuk lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, menambah kekhawatiran tentang pelemahan yang sedang berlangsung di zona euro. Disamping itu, Jerman juga sudah waspada terhadap dampak virus Corona, pertumbuhan ekonomi Jerman stagnan alias tidak tumbuh dari kuartal sebelumnya. Pada tahun lalu, Jerman sudah nyaris mengalami resesi akibat perang dagang AS dengan China.

Sentimen pelaku pasar kembali memburuk setelah wabah virus corona atau yang disebut COVID-19 sudah menunjukkan dampak ke sektor riil. Wabah corona kini memiliki "produk turunan" dari sisi makro yakni risiko terjadinya resesi, sementara dari sisi mikro adalah penurunan pendapatan perusahaan. Menurut CNBC, setidaknya ada tiga negara yang berisiko mengalami resesi, yakni Singapura, Jerman, dan Jepang. Ketiganya memiliki hubungan erat dengan China.

Sementara itu raksasa teknologi asal AS, Apple Inc. menyatakan pendapatan di kuartal II tahun fiskal 2020 akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya akibat wabah Covid-19, yang menyebabkan gangguan suplai serta penurunan penjualan di China. Apple sebelumnya memberikan prediksi penjualan bersih akan mencapai US$ 63 miliar sampai US$ 67 miliar.

 
 

Markets Wrap 18 Februari 2020

PDFCetak

Selasa, 18 Februari 2020 08:57

USD-9Dollar AS bergerak variatif terhadap rival currency-nya dan cenderung menguat pada hari Senin (17/02) meski pasar New York sedang libur, USD masih menapaki level tertinggi empat bulan. Melemahnya Euro menjadi tambahan bullish mata uang AS tersebut dengan Indeks dollar AS bertahan stabil dikisaran 99.20 hingga pagi ini.

Pelemahan Euro karena kekhawatiran pasar terhadap dampak virus Corona pada ekonomi Zona Euro, menjadi salah satu penopang bullish Dolar AS kemarin. EUR/USD turun di 1.0828 semalam dan berlanjut hingga pagi ini, ke level rendah sejak pertengahan Mei 2017.

Para trader sedang menantikan data sentimen bisnis Jerman yang akan dirilis hari ini. Menurut tim analis ING, EUR/USD tampaknya masih nyaman diperdagangkan di sekitar level rendah terbarunya. Dalam beberapa hari ke depan, pihak ING mengekspektasikan akan melihat kelanjutan dari downtrend terakhir daripada rebound yang nyata.

Penguatan USD juga didukung oleh melemahnya Yen Jepang di tengah data yang menunjukkan bahwa ekonomi Jepang menyusut pada laju tahunan 6,3% pada kuartal keempat.

Namun, USD lebih lemah terhadap yuan China setelah Bank Rakyat China menambah langkah-langkah stimulus lagi sejak wabah virus Covid-19 dengan memotong tingkat pembiayaan jangka menengahnya ke rekor terendah baru. PBOC menurunkan suku bunga pinjaman fasilitas jangka menengah (MLF/ Medium-term Lending Facility) sebesar 200 miliar yuan atau setara US$ 28.65 miliar sebesar 10 basis poin (bps) menjadi 3,15% dari sebelumnya 3,25%./R

 
 

Markets Wrap 17 Februari 2020

PDFCetak

Senin, 17 Februari 2020 08:46

FOREX.5Dollar AS menguat dengan Indeks Dollar naik hingga ke level tertinggi dalam 4 bulan pada Jum'at (14/02), sementara euro terus tertekan karena kekhawaturan investor tentang pertumbuhan rendah di wilayah mata uang tunggal.

US Dolar yang sudah menguat selama sepekan terakhir, makin didukung oleh pengumuman Federal Reserve New York pada hari Kamis bahwa pihaknya akan memangkas volume operasi pasar terbuka sedikit lebih cepat dari jadwal, serta memperketat likuiditas di pasar pendanaan A.S.

Indeks Dolar AS, yang mengukur USD terhadap enam mata uang lainnya berada di 99.13 pagi ini, setelah naik ke 99.16 pada Jum'at .  EUR/USD pagi ini diperdagangkan di1.0837  setelah jatuh serendah 1,0826 pada Jum'at kemarin, yang merupakan level terendah sejak April 2017.

Angka PDB Kamis untuk Jerman, ekonomi terbesar zona euro, menunjukkan bahwa pertumbuhan stagnan pada akhir 2019, meninggalkan perekonomian dalam keadaan melemah bahkan sebelum munculnya ancaman virus coronavirus baru. Desember menyaksikan penurunan terbesar dalam produksi industri Jerman sejak krisis keuangan global satu dekade lalu. Sementara itu, Bank Denmark baru-baru ini menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB kawasan euro menjadi 0,8% untuk tahun 2020, dari 0,9%.

 
   

Markets Wrap 14 Februari 2020

PDFCetak

Jumat, 14 Februari 2020 09:04

USD-12Dolar AS menguat pada Kamis (13/02), didukung oleh rilis data inflasi AS. Sementara pound juga menguat cukup signifikan menyambut baik kabar lengsernya Sajid Javid dari kursi Menteri Keuangan Inggris. PM Boris Johnson dinilai serius akan meluncurkan stimulus fiskal masif.

Berdasarkan data ekonomi AS yang dirilis kemarin dilaporkan Core CPI m/m 0,2%, sesuai dengan harapan bulan lalu, sementara CPI tahun-ke-tahun naik menjadi 2,5%, melampaui perkiraan untuk kenaikan 2,3%.  Tetapi laporan inflasi terbaru ini tidak mungkin mengubah pemikiran Fed tentang kebijakan moneter karena ukuran inflasi yang menjadi target tetap masih di bawah target 2%.

Poundsterling meroket sekitar 0.85 persen ke kisaran level 1.3070 terhadap Dolar AS, menyusul pengumuman reshuffle kabinet oleh PM Inggris Boris Johnson kemarin. Pasangan mata uang EUR/GBP bahkan terperosok 1 persen ke kisaran 0.8310, sedangkan GBP/JPY menanjak 0.5 persen ke level 143.35.

Johnson merombak jajaran tim pemerintahan sedemikian rupa, sehingga pelaku pasar mengantisipasi akan segera diumumkannya stimulus fiskal dalam bentuk anggaran belanja negara yang lebih besar dibanding ekspektasi sebelumnya. Dalam reshuffle kabinet kali ini, PM Boris Johnson mengeluarkan Sajid Javid dari jabatan Menteri Keuangan. Javid sebelumnya disinyalir menolak menggelontorkan stimulus fiskal besar-besaran. Ia juga sempat melontarkan komentar konfrontatif terkait perundingan dagang Inggris-Uni Eropa.

 
 

Markets Wrap 13 Februari 2020

PDFCetak

Kamis, 13 Februari 2020 09:10

USD-12Dolar AS terus meraup keuntungan terhadap rivalnya Rabu (12/02), hari kedua kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperlihatkan sedikit dukungan pada penurunan suku bunga. Indeks dolar AS, yang mengukur USD terhadap enam mata uang utama, naik 0,25% menjadi 99.05

Dalam kesaksian hari kedua di Capitol Hill, Jay Powell terus membicarakan kekuatan ekonomi dan menyarankan sedikit alasan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga karena ekonomi tetap berada di tempat yang baik. Probalilitas penurunan suku bunga AS menurut data Investing.com saat ini sekitar 31% di bulan Juni, turun dari 35% sehari sebelumnya.

Menjelang kesaksian Powell, harapan investor semakin tinggi bahwa Powell akan mengisyaratkan stimulus lebih lanjut setelah mewabahnya Covid-19. Ketua The Fed juga menambahkan masih terlalu dini untuk menentukan dampak virus pada ekonomi global.

Dolar juga tertahan oleh pound, karena ekspektasi untuk anggaran UK berikutnya yang akan jatuh tempo pada bulan Maret untuk memasukkan dorongan untuk pengeluaran fiskal, mendukung pertumbuhan ekonomi dan meredakan kekhawatiran tentang negosiasi rumit Inggris-Uni Eropa yang dijadwalkan untuk bulan Maret. GBP/USD naik 0,15% menjadi $ 1.2991.

 
   

Halaman 1 dari 130

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.