A A A
Home Trading

Berita

Klaim pengangguran mingguan A.S. sekali lagi mencapai rekor

PDFCetak

Kamis, 02 April 2020 20:45

USD-UNEMPLOYMENT-CLAIM.4Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran pekan lalu melesat ke rekor tertinggi untuk minggu kedua berturut-turut - melampaui 6 juta - karena lebih banyak yurisdiksi yang memberlakukan tindakan tetap di rumah untuk mengekang pandemi coronavirus.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 6,65 juta pada minggu terakhir dari 3,3 juta pada minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Kamis.

Angka yang dirilis ini jauh melebihi estimasi 3,50 juta dalam survei yang dilakukan oleh Reuters. Perkiraan tertinggi dalam survei adalah 5,25 juta.

Lebih dari 80% orang Amerika berada di bawah semacam penguncian, naik dari 50% beberapa minggu yang lalu, membuat kantor-kantor tenaga kerja negara bagian kewalahan oleh melonjaknya aplikasi.

Wabah ini telah memicu lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika, para pengaju klaim telah melampaui aplikasi untuk tunjangan pengangguran yang memuncak pada 665.000 selama resesi 2007-2009, di mana 8,7 juta pekerjaan hilang.

 
 

Rilis data USD - Unemployment Claims

PDFCetak

Kamis, 02 April 2020 19:34

USD-UNEMPLOYMENT-CLAIM.61. USD Unemployment Claims (Actual  : 6.648K,  F'Cast : 3.600K , Prev : 3.283K)
Rilis kali ini hasilnya lebih jelek dibanding perkiraan dan dibanding hasil seminggu sebelumnya
USD Unemployment Claims adalah data ekonomi yang menunjukkan jumlah orang yang mengajukan asuransi pengangguran untuk pertama kalinya di Amerika selama seminggu yang lalu.
Jumlah orang yang menganggur yang mengajukan klaim merupakan sinyal penting bagi kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja. Pengangguran juga menjadi pertimbangan utama kebijakan moneter bagi sebuah negara.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2020 20:48
 
 

Saham Asia Turun, Investor Terus Mengukur Dampak Ekonomi Virus Corona

PDFCetak

Kamis, 02 April 2020 09:50

ASIA-STOCK.2Saham-saham di Asia turun, meskipun kerugian lebih kecil daripada di Wall Street semalam, karena investor terus mengukur dampak dari langkah-langkah ketat yang digunakan untuk mengendalikan virus corona.

Jepang, Cina, Hong Kong dan Korea Selatan mengalami penurunan moderat, sementara ekuitas di Sydney kehilangan sekitar 3%. Futures pada S&P 500 menguat menyusul sesi penurunan tajam lainnya. Dalam perkembangan virus terbaru, kematian meningkat di Perancis dan Spanyol, sementara Italia dan Jerman bergerak untuk memperpanjang tindakan lockdown dan Florida memerintahkan orang untuk tinggal di rumah. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan model menunjukkan wabah Covid-19 mungkin tidak memuncak di negara bagian sampai akhir April.

Saham AS memperpanjang aksi jual tahun ini saat April mulai berjalan

"Berita tambahan tentang virus dalam 24 hingga 48 jam terakhir telah mengecewakan," kata John Porter, Found manajer di Mellon Investments Corp, di Bloomberg TV. "Ekonomi global telah membentur tembok, ada sejumlah besar ketidakpastian, dan itu berkontribusi terhadap volatilitas di pasar dan lintasan menurun yang telah kita lihat beberapa hari terakhir."

 
   

US Dollar Pertahakan Penguatan, Investor Masih Mengejar Aset 'Safe Haven" Ini

PDFCetak

Kamis, 02 April 2020 09:40

USD-9Dolar mempertahankan kenaikan pada hari Kamis karena investor masih mengejar aset "safe haven" ini, yang merupakan mata uang paling likuid di dunia karena pandemi coronavirus menyebabkan gangguan besar pada perdagangan global.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama naik 0,53% semalam karena mata uang AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama kecuali untuk safe-haven yen.

Dalam perdagangan Kamis pagi, euro sedikit berubah pada $ 1.0959 setelah jatuh 0,69% pada hari Rabu. Sterling di $ .2382, setelah kehilangan 0,40% pada hari Rabu.

Dolar Australia berpindah posisi di $ 0.6080, setelah turun 0,99% di sesi sebelumnya.

Dolar diperdagangkan pada 107.15 yen setelah menyentuh level terendah dua minggu di 106.92 pada hari Rabu.

 
 

Harga Emas Bergerak Variatif

PDFCetak

Kamis, 02 April 2020 09:30

GOLD-USDHarga emas bergerk variatif pada hari Rabu, mencari tempat yang stabil untuk lintasan berikutnya, karena peringatan Presiden Donald Trump tentang waktu yang "sangat menyakitkan" bagi Amerika Serikat dari coronavirus dan aksi jual baru di Wall Street mengirim sinyal beragam kepada investor. Disamping itu, investor mencari investasi aman di tengah kekhawatiran penurunan ekonomi karena dampak virus Corona.

Pagi ini harga emas di pasar spot turun dan bergerak dikisaran 1.585 per ons, setelah sebelumnya sempat naik setinggi 1.595 di awal sesi Asia pagi tadi.

Emas berjangka di New York COMEX ditutup turun $ 5,20, atau 0,3%, pada $ 1,591.40 di akhir sesi AS pagi tadi.

Meskipun tren campuran Rabu, emas masih dalam mode bullish, berakhir dengan kenaikan kuartalan keenam berturut-turut karena baik Futures dan emas selesai Maret naik 5%.

 
   

Halaman 1 dari 1998

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.