A A A
Home Trading

Berita

Rilis Data EUR - German Ifo Business Climate

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 15:57

EUR German Ifo Business Climate (Act: 99.6 / F'cast : 98.7 / Prev: 98.5)

EUR-GERMAN.4German Ifo Business Climate adalah sebuah indeks gabungan berdasarkan survey terhadap produsen, kontraktor, pedagang grosir dan pedagang retail di Jerman, rilis kali ini adalah laporan untuk bulan Maret 2019 dan hasilnya dirilis lebih Bagus dibanding perkiraan dan previousnya.

Hasil survei ini sangat penting karena ukuran sampel yang besar dan korelasi historis dengan kondisi di Jerman dan lebih luas lagi kondisi ekonomi zona euro.

Ifo Business Climate adalah salah satu indikator utama untuk melihat kesehatan ekonomi di suatu kawasan karena bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan perubahan dalam sentimen pasar dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi selanjutnya seperti pengeluaran, perekrutan tenaga kerja, dan juga investasi.

 
 

Yen Menguat karena Kekhawatiran Ekonomi Global Mendorong Risk Aversion

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 14:14

YJPY.1en menguat terhadap rival currency-nya pada hari Senin, menyentuh puncak enam minggu terhadap dolar, karena kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global memicu permintaan untuk mata uang Jepang.

Yen, yang dianggap sebagai safe-haven yang menarik saat terjadi gejolak pasar dan ketegangan politik, saat ini Yen bergerak dikisaran 110.10 terhadap dolar setelah menyentuh 109,73 Jum'At kemarin level terkuat sejak 8 Februari.

Mata uang Jepang naik 0,15 persen menjadi 124,035 per euro dan menambahkan 0,2 persen menjadi 77,72 terhadap dolar Australia.

Saham-saham di seluruh Asia mundur, ekuitas global setelah data manufaktur AS dan Eropa yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat mengintensifkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

“Data ekonomi yang buruk seharusnya tidak menjadi kejutan nyata bagi pasar. Tetapi harapan untuk perbaikan dalam hubungan perdagangan China - AS telah membayangi kesengsaraan ekonomi, dan sekarang kita melihat beberapa ekspektasi berlebihan dikurangi, ”kata Koji Fukaya, presiden FPG Securities di Tokyo.

"Yen menguat secara luas, meskipun secara default, dalam kondisi seperti itu."

 
 

Kekacauan Brexit Masih Berlanjut, PM May Terancam Mundur

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 13:34

GBP-BREXIT.4Pound bergerak melawan gelombang pada Jumat dan bertahan hingga perdagangan hari ini, memposting pemulihan yang cukup baik terhadap USD dengan pasangan GBP/USD ditutup diatas 1.3200 pada akhir pekan kemarin dan memangkas sebagian besar penurunan mingguannya. Saat berita ini ditulis GBP/USD bergerak stabil dikisaran 1.3185.

Kekacauan di Inggris berhenti sementara karena Uni Eropa telah menyetujui perpanjangan Brexit, awalnya May mengajukan penundaan Brexit sampai akhir Juni, namun Uni Eropa menolak. Gantinya, Uni Eropa memberikan dua opsi.

Opsi pertama: Parlemen Inggris menyetujui Perjanjian Brexit yang sudah dirundingkan Pemerintah Inggris dengan Uni Eropa selama dua tahun. Dalam hal ini, Inggris akan resmi keluar dari Uni Eropa tanggal 22 Mei. Jika parlemen Inggris tetap menolak Perjanjian Brexit, maka akan berlaku opsi kedua.

Opsi kedua: Dalam hal parlemen dengan suara mayoritas kembali menolak Perjanjian Brexit, maka Inggris diberi waktu sampai 12 April, untuk menyatakan akan sementara tetap menjadi anggota di Uni Eropa dan ikut Pemilu Eropa, yang akan berlangsung 23 sampai 26 Mei. Jika Inggris menolak ikut Pemilu Eropa, maka negara itu otomatis akan berhenti menjadi anggota Uni Eropa. Artinya, Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa perjanjiian (No-Deal-Brexit).

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 25 Maret 2019 14:01
 
   

USD/JPY Sedikit Lebih Tinggi Setelah Turun ke Low 6-Minggu

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 10:51

JPY.10Dolar sedikit lebih tinggi, kembali dari level terendah enam minggu terhadap yen pada Senin pagi sesi Asia, karena ketenangan kembali ke pasar setelah dilanda oleh kekhawatiran atas resesi di Amerika Serikat.

USD telah jatuh pada hari Jumat karena Spread antara obligasi Treasury 3-bulan dan 10-tahun terbalik untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah data PMI manufaktur AS yang lemah. Kurva hasil terbalik secara historis mengisyaratkan resesi yang akan datang.

Yield curve yang mengalami kurva terbalik (inverted yield curve), adalah dimana tingkat bunga jangka panjang lebih kecil dibanding suku bunga jangka pendek, menjadi sinyal yang diawasi ketat dari potensi resesi, muncul pada hari Jumat dan dikutip sebagai katalis untuk penjualan saham.

Sementara itu, Komentar hati-hati dari Federal Reserve AS minggu lalu juga telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Dolar naik sekitar 0,2 persen pada 110,15 yen pagi tadi setelah turun ke 109,73 pada hari Jumat, level terendah sejak 11 Februari.

 
 

Ekonomi Global Masih Lesu, Harga Emas Kembali Menguat

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 10:28

GOLD-USDEmas kembali bangkit dan mencatatkan sedikit penguatan pada perdagangan Jumat kemarin dan berlanjut hingga pagi ini. Emas secara perlahan merangkak naik kembali, merespon Dolar yang melemah setelah rilis data ekonomi yang mengecewakan.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni ditutup naik sebesar 0.4% ke level $1314.70 per ons.

Sementara Spot XAU/USD juga ditutup menguat di 1.312, dan pagi ini melanjutkan penguatan mencapai level tertinggi di 1.315.

Pagi ini, harga emas kontrak April di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) naik sebesar 0,04% ke posisi US$ 1.312,8/troy ounce, setelah menguat 0,38% pada akhir pekan lalu.

Selama sepekan harga emas di bursa COMEX dan spot telah menguat masing-masing sebesar 0,87% dan 0,76% secara point-to-point. Adapun sejak awal tahun rata-rata kenaikan harga keduanya sebesar 2,42%.

Pergerakan harga emas masih dibantu oleh kekhawatiran pelaku pasar akan kondisi perekonomian global yang masih tampak melambat.

 
   

Halaman 1 dari 1679

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.