A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 26 Okt 2020

Markets Warp 26 Okt 2020

PDFPrint

FOREX.5US Dollar melemah pada perdagangan Jum'at (23/10). USD tampil sebagai mata uang utama dengan kinerja terburuk di sepanjang pekan kemarin, dengan Indeks Dolar (DXY) melemah hingga 0.98 persen. Greenback berada di bawah tekanan versus mata uang utama lainnya selama 3 hari beruntun (pekan kemarin), tapi sempat berupaya recovery pada perdagangan Kamis (22/10). Hal itu menyusul keraguan pasar terhadap prospek stimulus fiskal AS yang semula dikabarkan berpeluang ditetapkan sebelum pemilu.

Namun recovery tersebut tak mampu berlanjut pada perdagangan Jumat dengan indeks Dollar AS turun serendah 92.63, mendekati level terendah pekan kemari kemarin di 92.44 (yang merupakan Low lebih dari satu bulan).

Mata uang Euro mendapat manfaat terbanyak dari melemahnya DXY, dengan pair EUR/USD naik setinggi 1.1864 kemarin. Namun, banyak analis yang masih meragukan ketangguhannya, di tengah kekhawatiran risiko double-dip menyusul berlakunya pembatasan sosial di Eropa yang lebih ketat guna mengatasi gelombang kedua COVID-19. Investor juga masih terus mencermati negosiasi hubungan dagang pasca-Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa. Sehingga, outlook mata uang utama diperkirakan masih bisa beragam di minggu terakhir bulan Oktober ini.

Pagi ini, Dolar kembali mendapat dukungan karena melonjaknya kasus virus korona di Eropa dan Amerika Serikat dan kurangnya kemajuan menuju paket stimulus AS membuat para pedagang dalam suasana hati yang hati-hati, meskipun harapan untuk kesepakatan perdagangan Brexit tetap stabil.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pada hari Minggu bahwa dia mengharapkan tanggapan Gedung Putih pada hari Senin mengenai rencana pengeluaran stimulus terbaru - tetapi ada beberapa tanda nyata bahwa kesepakatan yang lama terhenti sebenarnya lebih dekat.

Di pasar komoditas, emas turun tipis 0,1% menjadi $ 1.892 per ounce pagi ini, setelah Jum'at kemarin naik setinggi 1.914.

Harga minyak turun lebih jauh untuk mengantisipasi lonjakan pasokan minyak mentah Libya dan kekhawatiran permintaan yang disebabkan oleh melonjaknya kasus virus corona di Amerika Serikat dan Eropa. Minyak mentah Brent (LCOc1) turun 63 sen menjadi $ 41,14 per barel, sementara minyak mentah AS (CLc1) turun 61 sen menjadi $ 39,24.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.