A A A
Home

Dollar AS Menguat, Lonjakan Kasus Covid-19 dan Stimulus AS Masih Mendominasi

PDFCetak

Senin, 26 Oktober 2020 10:57

USD-8Dolar mendapat dukungan pada hari Senin, karena melonjaknya kasus virus korona di Eropa dan Amerika Serikat dan kurangnya kemajuan menuju paket stimulus AS membuat para pedagang dalam suasana hati yang hati-hati, meskipun harapan untuk kesepakatan perdagangan Brexit tetap stabil.

Terhadap enam mata uang, greenback diperdagangkan antara stabil dan sedikit lebih kuat di awal sesi Asia, melayang di sekitar tengah kisaran yang telah dipegangnya selama berbulan-bulan.

Terhadap dolar Australia yang sensitif terhadap risiko dan dolar Selandia Baru, itu naik sekitar 0,1%. Sterling, bagaimanapun, naik sedikit menjadi $ 1,3054 hari ini.

 
 

Minyak Turun Lebih Dari 1% karena Melonjaknya Kasus COVID-19 Memicu Kekhawatiran Permintaan

PDFCetak

Senin, 26 Oktober 2020 10:43

CRUDE.OIL.10Harga minyak turun pada hari Senin, memperpanjang penurunan minggu lalu, karena lonjakan infeksi COVID-19 di Amerika Serikat dan Eropa meningkatkan kekhawatiran atas permintaan minyak mentah, sementara prospek peningkatan pasokan juga merusak sentimen.

Minyak mentah Brent LCOc1 turun 53 sen, atau 1,3%, pada $ 41,24. US West Texas Intermediate (WTI) turun 53 sen, atau 1,3% menjadi $ 39,32, setelah jatuh lebih dari satu dolar tak lama setelah dimulainya perdagangan.

Brent turun 2,7% minggu lalu dan WTI turun 2,5%.

Amerika Serikat melaporkan jumlah tertinggi infeksi virus korona baru dalam dua hari hingga Sabtu, sementara di Prancis kasus baru mencapai rekor lebih dari 50.000 pada hari Minggu, menggarisbawahi tingkat keparahan wabah.

 
 

Saham Asia Bergerak Variatif di Awal Sesi

PDFCetak

Senin, 26 Oktober 2020 10:04

ASIA-STOCK.7Saham global turun dengan awal yang hati-hati pada hari Senin karena melonjaknya kasus virus korona di Eropa dan Amerika Serikat mengancam prospek ekonomi, bahkan ketika pertumbuhan di China memberikan beberapa dukungan ke Asia.

Amerika Serikat telah mengalami jumlah kasus COVID-19 baru tertinggi dalam dua hari terakhir, sementara Prancis juga membuat catatan kasus yang tidak diinginkan dan Spanyol mengumumkan keadaan darurat.

Itu dikombinasikan dengan tidak adanya kemajuan yang jelas pada paket stimulus AS untuk menarik S&P 500 berjangka turun 0,3%.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) naik tipis 0,1%, tetapi tetap kurang dari puncak 31 bulan terakhir. Nikkei Jepang (N225) naik 0,2%, dan indeks utama Korea Selatan naik 0,4% (KS11).

 
   

Markets Warp 26 Okt 2020

PDFCetak

Senin, 26 Oktober 2020 09:08

FOREX.5US Dollar melemah pada perdagangan Jum'at (23/10). USD tampil sebagai mata uang utama dengan kinerja terburuk di sepanjang pekan kemarin, dengan Indeks Dolar (DXY) melemah hingga 0.98 persen. Greenback berada di bawah tekanan versus mata uang utama lainnya selama 3 hari beruntun (pekan kemarin), tapi sempat berupaya recovery pada perdagangan Kamis (22/10). Hal itu menyusul keraguan pasar terhadap prospek stimulus fiskal AS yang semula dikabarkan berpeluang ditetapkan sebelum pemilu.

Namun recovery tersebut tak mampu berlanjut pada perdagangan Jumat dengan indeks Dollar AS turun serendah 92.63, mendekati level terendah pekan kemari kemarin di 92.44 (yang merupakan Low lebih dari satu bulan).

Mata uang Euro mendapat manfaat terbanyak dari melemahnya DXY, dengan pair EUR/USD naik setinggi 1.1864 kemarin. Namun, banyak analis yang masih meragukan ketangguhannya, di tengah kekhawatiran risiko double-dip menyusul berlakunya pembatasan sosial di Eropa yang lebih ketat guna mengatasi gelombang kedua COVID-19. Investor juga masih terus mencermati negosiasi hubungan dagang pasca-Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa. Sehingga, outlook mata uang utama diperkirakan masih bisa beragam di minggu terakhir bulan Oktober ini.

 
 

Rilis data USD - Flash Manufacturing PMI

PDFCetak

Jumat, 23 Oktober 2020 20:47

ECONOMIC.INDIKATOR.6USD Flash Manufacturing PMI (actual : 53.5 , f'cast : 53.5 , previous : 53.2)
Hasil Flash Manufacturing PMI untuk bulan Oktober 2020 dirilis sesuai dengan perkiraan dan sedikit lebih bagus dibanding hasil bulan sebelumnya.
Flash Manufacturing PMI adalah indeks yang menggambarkan kondisi kesehatan ekonomi di sebuah kawasan berdasarkan hasil dari survey yang dilakukan terhadap para manajer pembelian sektor manufaktur pada bulan sebelumnya. Jika dirilis di atas 50 mengindikasikan ekspansi, di bawah 50 mengindikasikan kontraksi.
Survey berasal dari 800 manajer pembelian yang diminta untuk menilai tingkat relatif kondisi bisnis termasuk pekerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman pemasok, dan persediaan yang menggambarkan pandangan perusahaan mengenai kondisi ekonomi     

 
   

Halaman 1 dari 9

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.