A A A
Home

Saham Asia Bergerak Variatif, Fokus Pidato Trump Malam Ini

PDFCetak

Selasa, 12 November 2019 13:36

ASIA-STOCK.11Ketidakpastian seputar hubungan perdagangan AS dan China dan protes di Hong Kong menyambut para pedagang obligasi Amerika Serikat (AS) pada hari ini. Meskipun demikian, meningkatnya peluang penurunan suku bunga Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) dan keterbukaan ekonomi China, serta kabar baik bagi produsen mobil-mobil Uni Eropa, menjaga penurunan saham tetap terkendali.

Akibatnya, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik non Jepang naik hampir 0,40% sementara NIKKEI Jepang menyambut komentar dari Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe yang menyampaikan perlunya anggaran ekstra untuk membantu pemulihan ekonomi. Lebih jauh, pasar China tampaknya mendapat manfaat dari pernyataan pers yang memberi sinyal lebih lanjut untuk membuka ekonomi terbesar kedua di dunia ini dan stabilisasi mata uang domestik.

Selanjutnya, pasar di Selandia Baru mengambil Ekspektasi Inflasi RBNZ yang lebih lemah dari sebelumnya sebagai sinyal penurunan suku bunga besok sementara Australia ASX 200 dan Hong Kong HANG SENG berjuang di tengah meningkatnya keraguan atas hubungan perdagangan AS-China dan pemerintah selanjutnya setelah para pemrotes menduduki persimpangan di luar Landmark mall di bagian Tengah.

 
 

USD/JPY Tetap Dalam Penawaran Beli Di Atas 109,00

PDFCetak

Selasa, 12 November 2019 11:47

JPY.2Dengan dimulainya kembali perdagangan obligasi AS, USD mencatat pemulihan luas. USD/JPY tidak terkecuali, berada dalam penawaran beli di dekat 109,20 pada awal sesi Selasa.

Kembalinya pedagang obligasi AS, setelah Hari Libur Hari Veteran pada hari Senin, menyaksikan kondisi pasar yang lesu di tengah ketidakpastian atas kesepakatan perdagangan AS dan China dan protes di Hong Kong. Akibatnya, yield Treasury AS 10-tahun turun satu basis poin menjadi 1,92% sementara saham Asia menganggambarkan sinyal beragam.

Dolar AS (USD) kembali mendapatkan kekuatannya karena pasar terus mendukung USD dalam mencari aset keamanan. Juga berkontribusi terhadap pasangan itu bisa berupa komentar Perdana Menteri Jepang (PM) Shizo Abe yang mendukung kebutuhan anggaran untuk membantu pemulihan ekonomi.

 
 

Pound Pertahankan Kenaikan, Partai Konservatif Diyakini Menang Pemilu

PDFCetak

Selasa, 12 November 2019 11:19

GBP-USD.05Sterling menahan kenaikan dalam perdagangan Asia awal pada hari Selasa, setelah mencapai tertinggi enam bulan terhadap euro dan naik sebanyak 1% terhadap dolar semalam, karena prospek parlemen yang tergantung dalam pemilihan UK sedikit berkurang.

Pound menguat versus mata uang mayor lain, karena Partai Konservatif mendapatkan dukungan dari salah satu partai pesaingnya untuk memenangkan pemilu Inggris.

Menjelang akhir sesi London kemarin, pimpinan partai Brexit Nigel Farage mengumumkan bahwa partainya tidak akan bersaing memperebutkan kursi parlemen di wilayah-wilayah yang dimenangkan oleh partai Konservatif dalam pemilu sebelumnya. Farage juga menyatakan bahwa partainya bakal berfokus untuk menantang para politisi anti-brexit di wilayah-wilayah yang didominasi oleh partai Labour, golongan oposisi terbesar partai Konservatif.

 
   

Harga Emas Berlanjut Melemah, Fokus Perkembangan AS-China

PDFCetak

Selasa, 12 November 2019 11:00

GOLD.6Emas kembali melamah dan melanjutkan gerak bearish hingga ke level 1448 semalam sebelum akhirnya XAU/USD ditutup di 1.455. Pelemahan ini masih disebabkan oleh polemik perang dagang AS–China yang berangsur positif.

Para investor kini terus memantau perkembangan terbaru dari isu perang dagang tersebut. Akibatnya, emas berjangka kembali mengalami pelemahan hingga menyentuh level terendah sejak 6 Agustus lalu di harga $1447.06 per ounce, sebelum akhirnya ditutup pada harga $1454.57 per ounce.

Harga emas semakin jauh dari level kunci 1,500 per dolar AS. Penyebabnya lainya adalah meningkatnya minat risiko yang terus mendorong indeks-indeks saham naik ke rekor tertinggi.

 
 

Harga Minyak Turun, Pasar Menunggu Update Damai Dagang AS-China

PDFCetak

Selasa, 12 November 2019 10:32

CRUDE.OIL.3Harga minyak AS turun untuk hari kedua pada hari Selasa, terbebani oleh ketidakpastian apakah pembicaraan perdagangan AS-China membuat banyak kemajuan, sementara output minyak mentah Arab Saudi yang lebih tinggi memperkuat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 18 sen, atau 0,3%, menjadi $ 56,68 per barel. Kontrak turun 0,7% di sesi sebelumnya.

Minyak mentah berjangka Brent turun 14 sen, atau 0,2%, pada $ 62,04 per barel, setelah jatuh 0,5% pada hari Senin.

Kekhawatiran tentang dampak permintaan minyak dari kejatuhan 16-bulan perang perdagangan China-AS, yang telah membebani pertumbuhan ekonomi global, telah kembali setelah keraguan dilemparkan pada kemungkinan perjanjian fase satu yang disebut.

 
   

Halaman 1 dari 9

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.