A A A
Home

PBOC Menyuntikkan Dana dan Memotong RRR

PDFCetak

Senin, 17 Juni 2019 11:44

CHINA-PBOC.1Bank sentral China mengatakan pada hari Senin bahwa fase kedua dari pengurangan rasio persyaratan cadangan/ Reserve Requirement Ratio (RRR) membebaskan sekitar 100 miliar yuan ($ 14,44 miliar) nilai dana jangka panjang.

Dalam operasi pasar terbuka, Bank Rakyat China (PBOC) juga menyuntikkan 150 miliar yuan melalui repo 14 hari untuk "menjaga tingkat likuiditas stabil pada akhir Juni", bank mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs webnya, seperti dikutip oleh Reuters.

PBOC mengumumkan pada bulan Mei bahwa mereka akan menerapkan pengurangan RRR untuk beberapa bank kecil dan menengah dalam tiga fase, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk membantu perusahaan mengatasi perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Tahap ketiga dari pemotongan RRR dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Juli./R

 
 

Jelang FOMC, USD Menguat Capai High 2-minggu

PDFCetak

Senin, 17 Juni 2019 11:34

USD-1Dolar bertahan di dekat tertinggi dua minggu terhadap rival utamanya pada Senin siang ini setelah rilis data penjualan Ritel yang kuat menjelang pertemuan penting Federal Reserve AS.

Fokus perhatian pelaku pasar akan tertuju pada pertemuan FOMC tanggal 19-20 Juni pekan ini. Pertemuan bulan ini akan disertai dengan revisi proyeksi ekonomi dan konferensi pers. Meski santer diberitakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat, tapi indikator CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemotongan suku bunga pada meeting bulan ini hanya 22.5%. Sementara itu, peluang Fed Rate Cut untuk bulan Juli sebesar 88.5% dan bulan September 97.5%.

Secara umum, konsensus pasar menunjukkan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada +2.50% pada bulan ini. Perhatian akan tertuju pada Statement dan pernyataan ketua Jerome Powell dalam konferensi pers. Jika secara keseluruhan sikap The Fed dianggap dovish, maka diperkirakan US Dollar akan berbalik melemah.

Indeks dolar versus enam mata uang utama sedikit berubah pada 97,47 setelah naik ke 97,58 pada hari Jumat, tertinggi sejak 3 Juni.

 
 

Emas Terkoreksi Setelah Rilis data Retail Sales AS

PDFCetak

Senin, 17 Juni 2019 10:49

GOLD-USDSetelah menguat karena ekspektasi Rate Cut The Fed. XAU terkoreksi di akhir pekan akibat data Retail Sales AS. Minggu ini, Statement dan konferensi pers FOMC akan menjadi katalis.

Spot Gold XAU/USD jum'at kemarin naik setinggi 1.258 yang merupakan level tertinggi tahun ini, namun penguatan tidak berlangsung lama dan kembali turun serendah 1.337.

Data penjualan ritel AS bulan Mei mengalami perbaikan. Naiknya penjualan ritel dalam 3 bulan terakhir menunjukkan daya beli konsumen yang masih solid, meski inflasi melambat. Selain itu, merosotnya harga emas Jumat pekan lalu juga disebabkan oleh aksi ambil untung setelah mengalami kenaikan yang signifikan.

Minggu ini, fokus perhatian pelaku pasar akan tertuju pada pertemuan FOMC tanggal 19-20 mendatang. Pertemuan bulan ini akan disertai dengan revisi proyeksi ekonomi dan konferensi pers. Meski santer diberitakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat, tapi indikator CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemotongan suku bunga pada meeting bulan ini hanya 22.5%. Sementara itu, peluang Fed Rate Cut untuk bulan Juli sebesar 88.5% dan bulan September 97.5%.

 
   

Minyak naik Pada Ketegangan Timur Tengah

PDFCetak

Senin, 17 Juni 2019 10:28

CRUDE.OIL.2Harga minyak naik pada hari Senin setelah Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin navigasi yang aman di Timur Tengah, karena ketegangan meningkat setelah serangan terhadap tanker minggu lalu.

Brent berjangka naik 27 sen, 0,4% menjadi $ 62,28 per barel. Mereka naik 1,1% pada hari Jumat.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 18 sen, atau 0,4%, menjadi $ 52,69 per barel. Mereka naik 0,4% di sesi sebelumnya.

Harga telah melonjak sebanyak 4,5% pada hari Kamis setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat Iran dan Selat Hormuz.

 
 

Saham Asia Goyah karena Perdagangan Global dan Ketegangan Politik

PDFCetak

Senin, 17 Juni 2019 10:17

ASIA-STOCK.11Saham Asia turun ke awal yang goyah pada hari Senin karena investor berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve yang diawasi dengan ketat, sementara ketegangan politik di Timur Tengah dan Hong Kong menahan risk-appetite.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang dibuka sedikit lebih rendah dan terakhir sedikit berubah, sementara rata-rata Nikkei Jepang tetap datar.

Saham Wall Street berakhir lebih rendah pada hari Jumat karena investor berubah hati-hati sebelum pertemuan Fed minggu ini, sementara peringatan dari Broadcom (NASDAQ: AVGO) tentang melambatnya permintaan membebani pembuat chip dan menambah kekhawatiran perdagangan AS-China.

"Seminggu ke depan kemungkinan akan memberikan klarifikasi bagi investor di tiga bidang yang telah menjadi sumber ketidakpastian. Pertemuan FOMC, dengan perkiraan terkini, adalah pusat perhatian," kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex.

 
   

Halaman 1 dari 10

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.