A A A
Home

Harga Minyak Naik Karena Pengurangan Produksi OPEC

PDFCetak

Jumat, 18 Januari 2019 10:42

CRUDE.OIL.9Harga minyak naik pada hari Jumat setelah laporan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan produksinya turun tajam bulan lalu, mengurangi kekhawatiran tentang kelebihan pasokan yang berkepanjangan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berada di $ 52,57 per barel, naik 50 sen, atau 1 persen, dari penyelesaian terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 naik 45 sen, atau 0,7 persen, menjadi $ 61,63 per barel.

OPEC, bersama dengan beberapa produsen lain termasuk Rusia, memangkas produksi minyak secara signifikan pada Desember sebelum perjanjian baru untuk membatasi pasokan mulai berlaku pada 1 Januari, katanya pada hari Kamis, menunjukkan bahwa produsen telah membuat awal yang kuat untuk mencegah oversuplay pada tahun 2019 saat ekonomi yang melambat membatasi permintaan.

OPEC mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa produksi minyaknya turun 751.000 barel per hari (bph) pada Desember menjadi 31,58 juta barel per hari, penurunan bulan ke bulan terbesar dalam hampir dua tahun.

 
 

Saham Asia Menguat Karena Harapan Meredanya ketegangan AS-Tiongkok

PDFCetak

Jumat, 18 Januari 2019 10:18

ASIA-STOCK.7Saham Asia menguat pada Jumat pagi, karena harapan untuk mencairnya konflik perdagangan AS-Tiongkok mendukung minat investor terhadap aset berisiko.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin membahas mengangkat sebagian atau semua tarif yang dikenakan pada impor Tiongkok dan menyarankan untuk menawarkan pengembalian tarif selama diskusi perdagangan yang dijadwalkan 30 Januari.

Saham-saham AS menguat mengikuti laporan tersebut, tetapi mengupas sebagian dari keuntungan itu setelah juru bicara Departemen Keuangan mengatakan kepada CNBC bahwa Mnuchin belum membuat rekomendasi semacam itu. Untuk hari itu, ketiga indeks utama AS naik, dipimpin oleh lonjakan saham industri.

Mengikuti jejak Wall Street, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) bertambah 0,25 persen. Indeks telah naik hampir 1 persen minggu ini.

Saham Australia (AXJO) naik 0,6 persen, seperti halnya KOSPI Korea Selatan (KS11) sedangkan Nikkei Jepang (N225) naik 0,7 persen.

 
 

Rangkuman Perdagangan Kamis dan Fokus Data Ekonomi Jum'At

PDFCetak

Jumat, 18 Januari 2019 08:49

FOREX.6Perdagangan Kamis (17/01) US Dollar stabil karena data klaim pengangguran menunjukkan penutupan pemerintah belum berdampak pada pekerjaan.

Jumlah orang yang mengajukan Claim pengangguran di AS mencapai level terendah dalam lima minggu (Act: 213K / F'Cast:219K / Prev:216K), meskipun kini sudah memasuki hari ke-27 penutupan pemerintah yang telah melumpuhkan 800.000 pekerja federal.

Sementara Indeks Manufaktur AS yang diterbitkan oleh Philly (Philadelphia) Fed naik ke level 17 di bulan Januari 2019. Angka tersebut jauh mematahkan ekspektasi kenaikan ke level 10. Kontributor terbesar dari lonjakan indeks kali ini adalah peningkatan pesat dalam sektor New Orders dan Average Workweek. Namun demikian, indeks untuk bulan Desember 2018 justru direvisi turun ke 9.1, sehingga menjadi level terendah di sepanjang tahun 2018.

Indeks dolar AS naik 0,11% menjadi 96.26 semalam, namun pagi ini terpantau lebih rendah bergerak dikisaran 96.05.
 
Dari Inggris, Setelah lolos dari mosi tidak percaya Parlemen Inggris, Theresa May sedang berusaha mengakhiri kebuntuan terkait draft kesepakatan Brexit dan dirinya akan menyusun rancangan plan B agar bisa mendapatkan persetujuan Parlemen.

Setelah lolos dari mosi tidak percaya Parlemen, Theresa May bertemu dengan beberapa pemimpin partai, namun pemimpin oposisi utama dari partai Buruh, Jeremy Corbyn menolak mengadakan pertemuan dengan May kecuali Brexit tanpa kesepakatan (no deal Brexit) dikesempingkan.

Mata uang Poundsterling terpantau menguat versus dolar AS sepanjang perdagangan kamis khususnya sesi New York malam tadi. GBP/USD naik 0,2% menjadi 1,3000 dan bertahan di area level tersebut hingga pagi ini.

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

  1. Day 2 - All G20 Meetings
  2. 16.30 WIB - GBP Retail Sales m/m (F'Cast: -0.8% / Prev: 1.4%)
  3. 21.05 WIB - USD FOMC Member Williams Speaks, berbicara tentang prospek ekonomi dan kebijakan moneter di Forum Kepemimpinan Ekonomi Asosiasi Bankir New Jersey.
  4. 22.00 WIB - USD Prelim UoM Consumer Sentiment (F'Cast: 97.0 / Prev: 98.3) 
 
   

Rilis data USD - Philly Fed Manufacturing Index

PDFCetak

Kamis, 17 Januari 2019 20:32

USD-PHILADELPHIA1. USD Philly Fed Manufacturing Index (actual : 17.0, f'cast : 9.7, previous : 9.4)
Hasil Philly Fed Manufacturing Index untuk bulan Januari 2019 dirilis lebih BAIK dibanding perkiraan dan dibanding hasil bulan sebelumnya.
Philly Fed Manufacturing Index adalah indeks mengenai kesehatan ekonomi berdasarkan survey terhadap produsen yang ada di negara bagian Philadelphia.
Data ini merupakan salah satu indikator utama untuk melihat kesehatan ekonomi di suatu kawasan dikarenakan kondisi bisnis biasanya bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan perubahan dalam sentimen pasar dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi selanjutnya seperti pengeluaran, perekrutan tenaga kerja, dan juga investasi.
Indeks ini berpedoman bahwa jika dirilis diatas 0,0 menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi sebaliknya jika dirilis di bawah 0,0 menunjukkan pesimisme terhadap kondisi ekonomi

 
 

Dolar datar ditengah kondisi politik dan potensi perlambatan ekonomi

PDFCetak

Kamis, 17 Januari 2019 18:38

USD-2Dolar AS diperdagangkan datar terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan hari Kamis, ditengah kondisi global yang tidak mnemntu akibat kondisi politik dan ketakutan akan perlambatan ekonomi.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,14% pada 996.10, setelah mendapatkan sekitar 1% selama lima sesi sebelumnya.

Sentimen pasar tetap tenang di tengah kekhawatiran bahwa penutupan pemerintah AS mulai berpengaruh pada ekonomi, sementara investor menunggu lebih banyak isyarat dari Federal Reserve setelah semakin banyak pejabatnya menyatakan kehati-hatian tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut.

"Ada banyak spekulasi bahwa kita telah melihat akhir dari siklus kenaikan suku bunga dan banyak orang bahkan berbicara tentang penurunan suku bunga tahun ini," kata Bart Wakabayashi, manajer cabang Tokyo di State Street Bank.

The Fed akan mengadakan pertemuan pengaturan kebijakan berikutnya pada 29-30 Januari.

Kegiatan bisnis di seluruh AS menjadi kurang optimis dalam beberapa bulan terakhir, The Fed mengatakan pada hari Rabu dalam sebuah laporan tentang ekonomi yang mendukung pendapat Ketua Jerome Powell untuk lebih "sabar" pada kenaikan suku bunga.

Yen, biasanya dicari oleh investor sebagai tempat yang aman selama masa tekanan ekonomi atau pasar, sehingga Yen menguat terhadap greenback, dengan USD/JPY turun 0,28% di 108,76.

 
   

Halaman 1 dari 9

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.