A A A
Home

Sterling tertekan karena PM May menghadapi kritik atas rencana Brexit

PDFCetak

Jumat, 19 Oktober 2018 16:15

GBP-BREXIT.3Poundsterling diperdagangkan positif pada perdagangan hari Jumat setelah perunding dari Uni Eropa Michel Barnier mengatakan kesepakatan Brexit dengan Inggris telah mencapai 90 persen, meskipun ketidakpastian politik di Inggris membuat pondsterling kembali tertekan.

Lebih banyak suara positif dari Brussels tentang tercapainya kesepakatan perdagangan Brexit diimbangi dengan meningkatnya ketidaksenangan dalam partai Perdana Menteri Theresa May dan para pesaingnya tentang perjanjian Brexit yang ingin diperjuangkan.

“Badai politik domestik mungkin akan menghantam London. Langkah terbaru untuk memperpanjang periode transisi melampaui Desember 2020 tampaknya telah benar-benar mendestabilisasi lanskap politik domestik, ”kata analis MUFG dalam sebuah catatan.

"Penembusan di bawah $ 1,3000 dalam GBP/USD terlihat tak terhindarkan sekarang, dan tentu saja skenario ini memperkuat risiko penurunan EUR/USD juga."

Sterling naik ke level tertinggi hari ini terhadap dolar di level $ 1,3038 setelah komentar Barnier, tetapi kemudian melepaskan kenaikan tersebut dan turun sedikit di $ 1,3013, terlemah sejak 5 Oktober.

"Sembilan puluh persen dari kesepakatan di atas meja telah disepakati dengan Inggris," kata Barnier kepada radio Prancis Inter, menambahkan bahwa masalah perbatasan Irlandia tetap menjadi hal yang mencekam dan dapat menggagalkan kesepakatan apa pun.

Menteri luar negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan pada hari Jumat bahwa akan sulit untuk menyelesaikan masalah backstop untuk masalah perbatasan Irlandia dalam pembicaraan Brexit tanpa adanya penjelasan yang lebih detail tentang hubungan masa depan dengan Uni Eropa setelah Brexit. [ang]

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 19 Oktober 2018 19:13
 
 

Rilis Data GBP - Public Sector Net Borrowing

PDFCetak

Jumat, 19 Oktober 2018 15:20

GBP Public Sector Net Borrowing (Act : 3.3B / F'cast : 4.6B/ Prev: 5.9B)

GBP-USD.1GBP Public Sector Net Borrowing bulan September 2018 dirilis lebih Bagus dibandingkan perkiraan dan bulan sebelumnya.

Data ekonomi ini menunjukkan besaran perbedaan antara pengeluaran dan pendapatan pada perusahaan publik, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah selama bulan sebelumnya.
Angka yang positif mengindikasikan defisit anggaran sebaliknya angka yang negatif mengindikasikan surplus.

 
 

JEPANG : Inflasi Masih di Bawah Target BoJ, Yen Melemah

PDFCetak

Jumat, 19 Oktober 2018 11:13

JPY.5Yen Jepang melemah terhadap dolar pada perdagangan hari Jumat, dengan pair USD/JPY diperdagangkan pada 112,42 saat berita ini ditulis, catat kenaikan 0.18%.

Dolar AS saat ini tengah menguat terhadap major currencies termasuk Yen. Mencerminkan suasana risk-off global yang disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Arab Saudi, risiko politik Eropa yang timbul dari Italia dan ketegangan perang perdagangan AS-China.

Sementara itu, rilis data ekonomi Jepang pagi tadi melaporkan Indeks Harga Konsumen Inti Jepang naik 1.0 persen YoY pada bulan September, menunjukkan tanda-tanda kenaikan inflasi secara moderat. Akan tetapi, kenaikan ini masih jauh dari target BoJ yang sebesar 2 persen.

Inflasi Inti Jepang yang tidak memasukan Energi naik 0.4 persen YoY pada bulan September, sesuai dengan ekspektasi ekonom dan rilis pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Inflasi Jepang Total naik 1.2 persen YoY, melambat dari periode sebelumnya yang berada di 1.3 persen YoY.

BoJ sebelumnya berharap bahwa pertumbuhan ekonomi yang kokoh bisa memicu kenaikan harga secara signifikan. Ekonomi Jepang memang berhasil rebound di kuartal kedua tahun 2018, setelah sempat mengalami kontraksi pada kuartal pertama.

 
   

GBP/USD Turun di Level Terendah 11-hari, 'Wait and See' Hasil KTT Uni Eropa-Inggris

PDFCetak

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

GBP-USD.10Pound Inggris diperdagangkan stabil di level terendah 11 hari pada hari Jumat, tetapi sedikit rebound dan bergrak dikisaran di $ 1,3020 terhadap dolar saat berita ini ditulis, menguat 0.02% setelah semalam turun serendah 1.3014.

Tarder menempatkan taruhan bearish pada sterling karena KTT Uni Eropa-Inggris masih belum menghasilkan keputusan tentang keluarnya Inggris dari zona euro.

Perdana Menteri Inggris Theresa May, pada hari Kamis mengatakan bahwa proposal Uni Eropa untuk perbatasan Irlandia tidak dapat diterima.
PM May juga memperingatkan bahwa "saat-saat yang lebih sulit" kini berada didepan mata.

"Kecuali kita mendapatkan suara-suara positif dari Brussels atas kebuntuan pada Brexit dan data ekonomi yang lebih lembut maka pound bisa berkinerja buruk," kata Boris Schlossberg, managing director strategi mata uang dalam sebuah catatan.

Terhadap latar belakang ketidakpastian Brexit yang persisten, Pound Inggris semakin terbebani oleh data penjualan ritel bulanan Inggris yang lebih buruk dari perkiraan, yang menunjukkan penurunan tajam 0,8% pada bulan September, penurunan terbesar dalam enam bulan.

 
 

Euro Berada di Low 1-Minggu, Terbebani Masalah Anggaran Italia

PDFCetak

Jumat, 19 Oktober 2018 10:43

EUR-USD.04Euro melayang di dekat satu minggu terendah terhadap dolar pada hari Jumat karena kritik Komisi Eropa terhadap anggaran populis Italia memicu kekhawatiran baru tentang ketegangan politik di zona mata uang Euro.

Indeks dolar (DXY), Pengukur nilai Dollar AS terhadap mata uang utama 0,05 persen lebih tinggi di 95,96 saat berita ini ditulis, setelah ditutup pada hari Kamis di level tertinggi sejak 21 Agustus. Kenaikan indeks adalah karena jatuhnya euro pada hari Kamis.

Euro relatif datar dikisaran $ 1,1454 saat ini, setelah jatuh 0,4 persen pada hari Kamis, level terendah sejak 9 Oktober setelah Komisi Eropa mengatakan rancangan anggaran 2019 Italia adalah pelanggaran serius aturan anggaran Uni Eropa.

Komisi mengatakan dalam sebuah surat kepada Menteri Ekonomi Italia Giovanni Tria, bahwa pengeluaran pemerintah yang direncanakan terlalu tinggi, defisit struktural - tidak termasuk salah satu dan efek siklus bisnis, dan utang publik Italia tidak akan turun sejalan dengan aturan UE.

Ini telah memicu kekhawatiran investor tentang ketegangan politik yang lebih di Uni Eropa antara Brussels dan negara-negara anggota, yang telah menekan euro.

 
   

Halaman 1 dari 9

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.