A A A
Home

Rilis Data GBP - Average Earnings Index dan Unemployment Rate

PDFCetak

Selasa, 16 Oktober 2018 15:31

1. GBP Average Earnings Index 3m/y (Act: 2.7% / F'Cast: 2.6% / Prev: 2.6%)
GBP-ECONOMY.GROWTHData ini mengukur perubahan tingkat upah rata-rata (termasuk bonus) mingguan dalam 3 bulan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya di Inggris, dari sektor swasta dan pemerintahan.
Hasilnya dirilis lebih Bagus dibandingkan perkiraan dan previousnya

Rilis Average Earnings Index 3m/y kali ini adalah hasil pengukuran dari bulan Juni - Agustus 2018
Data ini merupakan salah satu indikator utama yang mempengaruhi inflasi konsumen karena ketika bisnis membayar lebih untuk tenaga kerja, biaya yang lebih tinggi biasanya diteruskan ke konsumen.
 

2. GBP Unemployment Rate (Act: 4.0% / F'Cast : 4.0%, previous : 4.0%)
Data ini menunjukkan Persentase total angkatan kerja yang menganggur dan aktif mencari pekerjaan selama 3 bulan terakhir dan hasilnya dirilis Sama dengan  perkiraan dan previousnya.

Rilis GBP Unemployment Rate kali ini adalah hasil pengukuran dari bulan Juni - Agustus 2018
Sama dengan data Claimant Count Change, jumlah orang yang menganggur merupakan sinyal penting kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

 
 

US Dolar Kembali Naik, Yen Tergelincir dari Level Terkuat 1-bulan

PDFCetak

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32

JPY.1Dolar AS naik tipis pada Selasa setelah tertekan oleh data penjualan ritel AS yang lemah semalam, sementara mata uang Selandia Baru menguat didukung data inflasi yang lebih kuat dari yang diperkirakan.

Indeks dolar (DXY) terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan stabil di 95.143, naik 0,09 persen siang ini, tetapi keluar dari high intraday 95,37 pada hari Senin sebelum rilis data penjualan ritel.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsumen enggan untuk membelanjakan uang, dan datang karena Yields obligasi AS sedikit lebih rendah dari tertinggi tujuh tahun minggu lalu.

Yields AS 10 tahun (US10YT = RR) terkonsolidasi pada 3,16 persen pada hari Selasa, setelah mencapai tertinggi tujuh tahun 3,26 persen pada 9 Oktober.

Beberapa analis berpendapat, dolar belum bergerak seperti mata uang "safe-haven" saat ini.

"Bahkan ketika ekuitas AS ambruk dan ada suasana risk-off di pasar global, dolar tidak diperdagangkan kuat seperti yang diharapkan," kata Ray Attrill, kepala strategi mata uang di National Australia Bank.

 
 

US Dolar Bertahan; Yen dan Swiss Franc Diuntungkan Oleh Ketegangan AS - Arab Saudi

PDFCetak

Selasa, 16 Oktober 2018 11:36

USD-12Dolar AS sedang berjuang pada perdagangan pada hari Selasa ini setelah data penjualan ritel yang lemah, dengan safe-haven yen dan franc Swiss diuntungkan dari ketegangan antara Barat dan Arab Saudi dan di tengah kebuntuan pada pembicaraan Brexit atas rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Dolar, juga dicari selama pasar mengalami tekanan, berjuang meskipun ekuitas yang lebih lemah dan sentimen risk-off yang lebih luas sebagian karena data AS semalam dan karena imbal hasil obligasi AS berhenti dari lonjakan baru-baru ini.

Penjualan ritel naik lebih lambat dari yang diperkirakan, diangka 0,1 persen bulan lalu, dan diikuti dari laporan inflasi minggu lalu untuk bulan September yang hanya menunjukkan kenaikan moderat pada harga konsumen AS.

Michael McCarthy, kepala strategi pasar di Sydney, mengatakan yen Jepang adalah pemenang terbesar dalam perdagangan semalam. "Faktor geopolitik mungkin tetap menjadi faktor kunci di balik pasar mata uang dalam jangka pendek," katanya.

Yen Jepang berpindah posisi di 111,84 terhadap dolar, mendekati level terkuat satu bulan di 111,61 yang dicapai pada hari Senin. Franc Swiss diperdagangkan relatif tidak berubah terhadap dolar di 0,9868, setelah peroleh 0,45 persen semalam.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 16 Oktober 2018 11:37
 
   

Harga Minyak Naik Karena Tanda-tanda Penurunan Ekspor Iran

PDFCetak

Selasa, 16 Oktober 2018 11:34

CRUDE.OIL.10Harga minyak naik pada Selasa karena tanda-tanda penurunan ekspor minyak Iran menjelang sanksi AS terhadap Teheran pada November, sementara ketegangan geopolitik juga mewarnai perdagangan, setelah seorang wartawan Saudi dilaporkan hilang.

Patokan internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 9 sen, atau 0,1 persen, menjadi $ 80,87 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman November naik 5 sen menjadi $ 71,83 per barel.

Iran telah mengekspor 1,33 juta barel per hari (bpd) ke beberapa negara termasuk India dan China dalam dua minggu pertama bulan Oktober, menurut data Refinitiv Eikon.

Itu turun dari setidaknya 2,5 juta bpd pada bulan April sebelum Presiden AS Donald Trump mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir multi-lateral dengan Iran pada bulan Mei.

Sesiring Sanksi Iran yang meningkatkan kekhawatiran pasokan, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pada hari Senin kerajaan itu berkomitmen untuk memenuhi permintaan minyak India yang meningkat dan merupakan "shock absorber" untuk gangguan pasokan di pasar minyak.

 
 

Harga Emas Naik, Terodong Ketegangan AS-Arab Saudi dan Penurunan Saham Global

PDFCetak

Selasa, 16 Oktober 2018 10:58

GOLD.9Harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Senin ke level tertinggi dalam 2,5 bulan karena para investor beralih ke logam mulia setelah memuncaknya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang memperparah kegelisahan di pasar saham global.

Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.225 setelah semalam naik setinggi 1.233 level tertinggi sejak 26 Juli 2018.

Ketegangan politik antara negara-negara Barat dengan Arab Saudi dipicu oleh menghilangnya jurnalis Washington Post berkebangsaan Arab, Jamal Khasoggi, yang dikenal kritis terhadap pemerintahan Saudi. Khasoggi dilaporkan hilang saat bertugas di Istanbul, Turki. Ada dugaan bahwa ia dibunuh oleh oknum Kedutaan Arab di Turki, kemungkinan karena Khasoggi dianggap sebagai pengkhianat negara.

AS dan sekutunya menuding Arab Saudi yang harus bertanggung jawab atas kasus ini. Jika investigasi yang mereka lakukan mampu membuktikan keterlibatan Arab, maka Barat akan memberikan sanksi kepada negara tersebut. Sementara itu, Arab Saudi sendiri membantah keras bahwa mereka terlibat. Arab justru balik mengancam akan membalas apabila sanksi tetap dijatuhkan.

 
   

Halaman 1 dari 9

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.