A A A
Home Trading Berita Fundamental Ruang Gerak Euro Masih Terbatas, Jerman Tolak Naikkan Belanja

Ruang Gerak Euro Masih Terbatas, Jerman Tolak Naikkan Belanja

PDFPrint

eurainPada perdagangan mata uang dipasar forex pagi hari ini, nampak mata uang Euro masih bergerak sempit terhadap US Dollar.

Pair EUR/USD saat ini bergerak pada kisaran 1,2330, setelah pada perdagangan sebelumnya diakhiri dilevel 1.2326 dipasar Now York dini hari tadi.

Negara-negara di zona Eropa saat ini sedang berusaha menerapkan kebijakan-kebijakan dalam upaya memotong defisit anggarannya, sehingga prospek pertumbuhan ekonomi di Eropa masih kurang baik.

Sentimen negatif dari Eropa tampak masih cukup kuat, tercermin dari bursa saham global yang masih tertekan. Beberapa hari terakhir ini mata uang Euro bergerak konsulidasi cukup stabil, meski dikisaran yang cukup terbatas.

Mengingat sentimen negatif dari kawasan Eropa masih cukup mendominasi, diperkirakan Euro berpotensi kembali terkoreksi. Untuk perdagangan hari ini, Support paling dekat berada dikisaran 1.2285.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel kemarin menolak permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk meningkatkan belanja dan mengurangi ketergantungan atas ekspor.

Obama menilai penurunan kompetisi Jerman tidak menolong pemulihan global. “Sukses ekspor Jerman menggambarkan tingginya tingkat kompetitif dan kekuatan inovasi perusahaan-perusahaan kita. Pengurangan tingkat kompetitif tidak akan berguna bagi siapa pun,” kata Merkel kepada Wall Street Journal, dikutip dari AFP, kemarin.

Sebelumnya Obama dan beberapa pemimpin Eropa mendesak China, Jerman, dan Jepang untuk menyeimbangkan ekspor mereka. Mereka juga meminta ketiga negara tersebut menerapkan model ekonomi yang ditopang konsumsi seperti yang dilakukan AS.

Menanggapi tekanan ini, Merkel dan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menggelar konferensi pers untuk mempertahankan kebijakan surplus perdagangan mereka.

Penjelasan ini juga ditujukan untuk menghadapi pertemuan kelompok delapan negara maju (G-8) dan kelompok 20 negara maju dan berkembang (G- 20) di Toronto, Kanada, Jumat,dan Sabtu mendatang.

“Pemerintah harusnya tidak bergantung pada pinjaman sebagai strategi cepat mendongkrak permintaan. Defisit anggaran belanja tidak boleh menjadi kebijakan permanen suatu negara,” ujar Schaeuble seperti dikutip Financial Times dan Handelsblatt.

Kebijakan Jerman ini akan menjadi diskusi panas di ajang G- 20 sebab Eropa dan AS telah meminta Jerman untuk meningkatkan permintaan domestik.Investor legendaris AS George Soros bahkan menilai, jika Jerman gagal melaksanakan kebijakan tersebut, nilai tukar euro bisa ambruk.

Soal reformasi keuangan, Merkel mengatakan bahwa regulasi yang lebih ketat akan dilakukan. Meski begitu, pemerintah tetap harus siap untuk mendukung perbankan. Jika ada bank yang mengalami masalah, pemerintah harus membantu. (kzn/rn)

 

Follow us on Twitter to get more news updates.
 

Latest News

Nikkei News

© 1999-2012 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.