

Tuesday, 05 October 2010 10:08
Emas untuk kontrak berjangka turun setelah pemintaan investor mengendur mengikuti reli logam mulia mencapai rekor sementara perak turun dari posisi tertinggi dalam 30 tahun.
Indeks penguatan emas untuk 14 hari bergerak di atas 70 untuk sembilan sesi berturut-turut, sinyal bagi sejumlah pelaku pasar bahwa harga bergerak turun. Pada 1 Oktober, emas mencapai level tertinggi pada US$1.322 per ounce, bergerak menuju rekor untuk ke-11 kali sejak 14 September.
"Emas mengalami koreksi. Pelaku pasar banyak mencari untuk koreksi dan itu membuat perdagangan jadi crowded," kata Frank McGhee, kepala dealer pada Integrated Brokerage Services di Chicago.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun US$1 berakhir pada US$1.316,80 pada 1.:42 p.m di Comex New York. Sepanjang tahun ini harga emas menanjak 20%.
Emas spot untuk pengiriman segera turun sampai 0,5% hari ini. Emas bergerak menuju kenaikan tahunan untuk yan ke-10 berturut-turut, terpanjang sejak 1920.
Perak berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,1% menjadi U$22,036 per ounce pada Comex. Platina untuk Januari turun US$10 atau 0,6% pada US$1.672,10 per ounce di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, dikutip dari sebuah artikel, ditengah kondisi perekonomian dunia yang labil, orang-orang super kaya di dunia pun meresponsnya dengan mengalihkan portofolio investasinya ke emas.
Mereka menarik aset-asetnya dari sistem finansial dan memborong emas hingga berbatang-batang, bahkan ada yang hingga berton-ton untuk mencari tempat lindung investasi yang dianggap paling aman.
Eksekutif UBS, Josef Standler mengatakan, kekhawatiran akan terjadinya pelemahan ekonomi yang berlarut-larut telah meningkatkan minat terhadap emas, termasuk juga saham-saham sektor pertambangan dan exchange-traded funds (ETF) atau reksa dana yang diperdagangkan di bursa.
"Mereka tidak hanya membeli ETF atau produk berjangka, mereka juga membeli emas secara fisik," yar Standler dalam Reuters Global Private Banking Summit, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/10/2010).
UBS kini tercatat sebagai salah satu bank terbesar Swiss yang memiliki klien-klien kakap dengan aset yang diinvestasikan mencapai US$ 50 juta.
UBS merekomendasikan kepada klien-klien kelas atasnya untuk menyisihkan 7-10% asetnya ke logam-logam berharga seperti emas. Mereka pun kini bisa menikmati untung besar karena kenaikan harga emas yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir dan pada Senin kemarin berada di level US$ 1.314,50 per ounce, atau mendekati level tertingginya yang dicetak pekan lalu.
"Kami memiliki sebuah contoh nyata dari pasangan yang membeli lebih dari 1 ton emas dan membawanya ke tempat lain," ungkap Stadler.
Dengan mengacu pada harga sekarang, maka emas yang dibeli pasangan klien UBS itu setara dengan US$ 42 juta.
Chief investment officer Julius Baer untuk Asia juga merekomendasikan investor-investor kaya untuk memarkirkan sebagian asetnya pada emas, sebagai tempat investasi aman di tengah data-data perekonomian AS yang belum baik dan kekhawatiran akan pelemahan mata uang.
"Saya melihat emas sebagai sebuah jaminan. Saya merekomendasikan 10% sebagai minimum portofolio dan sisanya bisa digunakan untuk tujuan perdagangan, guna merespons sinyal onverbought atau oversold," jelasnya.
Last Updated on Tuesday, 05 October 2010 11:15
Follow us on Twitter to get more news updates.