A A A
Home

Harga Emas Turun di Asia, Permintaan Safe-Haven Mulai Berkurang

PDFCetak

Selasa, 17 Oktober 2017 10:26

GOLD.7Harga emas turun di Asia pada hari Selasa karena investor mencatat dolar yang lebih kuat dan berkurangnya permintaan safe haven membebani sentimen dan karena permintaan fisik di India untuk musim liburan telah gagal untuk mengangkat pasar berjangka.

Perdagangan Senin kemarin emas melemah setelah Dolar mengalami penguatan tipis. Dolar AS sedikit menguat, namun ketidakpastian mengenai kenaikan suku bunga AS setelah bulan Desember membuat logam kuning selalu berada di dekat level kunci 1300 untuk sesi kedua secara
berturut-turut.

Spot Gold XAU/USD saat ini bergerak dikisaran 1.292 setelah pagi tadi ditutup di 1.294 diakhir sesi AS.

Kontrak emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun 0,58% menjadi $ 1,295.42 per troy ounce. Tembaga berjangka di Comex merosot 0,22% menjadi 3,235 pound.

 
 

RBA : Kebijakan Ekonomi Tergantung Situasi Domestik, Aussie Melemah

PDFCetak

Selasa, 17 Oktober 2017 10:07

AUD-USD.6

AUD / USD diperdagangkan di 0,7839, turun 0,17%, sementara USD / JPY berpindah posisi ke 112,12, turun 0,05%. EUR / USD turun 0,15% menjadi 1,1777, sementara GBP / USD turun 0,08% menjadi 1,3241.

Indeks dolar A.S. naik 0,12% menjadi 93,25.

Risalah rapat RBA mencatat tingkat hutang rumah tangga tetap tinggi dan perlu diawasi, menurut notulen RBA pagi ini. Suku bunga RBA berada pada rekor rendah 1,50% pada pertemuan tersebut.

RBA kembali menekankan bahwa perubahan kebijakan lebih bergantung pada kondisi ekonomi domestik Australia, tidak terpengaruh oleh kebijakan-kebijakan bank sentral lainnya.

Menurut Paul Dales, Kepala Ekonom Capital Economics, dalam notulennya jelas bahwa RBA ingin menekankan bahwa kenaikan suku bunga di negara maju lainnya tidak memiliki pengaruh bagi kebijakan moneter RBA.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 Oktober 2017 11:39
 
 

Rangkuman Perdagangan Senin dan Fokus Data Ekonomi Selasa

PDFCetak

Selasa, 17 Oktober 2017 08:43

FOREX.2Perdagangan Senin (16/10) US Dollar menguat terhadap mata uang utama, didukung rilis data manufaktur yang optimis dan Yileds Treasury yang melambung dari posisi terendah dua minggu, setelah dilaporkan bahwa Presiden Trump lebih menyukai ekonom Stanford John Taylor, yang dipandang lebih hawkish daripada Ketua Janet Yellen saat ini, untuk memimpin the Fed.

Namun kenaikan USD terbebani oleh kekhawatiran perlambatan inflasi. Indeks dolar A.S naik 0,10% menjadi 93,31 semalam, dan pagi ini stabil di area tersebut.

Federal Reserve Bank of New York mengatakan bahwa indeks manufaktur Empire State naik menjadi 30,2 di bulan Oktober, setelah mencapai 24,4 bulan sebelumnya. Jauh diatas ekspektasi analis untuk turun di 20.3.

Meski Inflasi masih dibawah target, namun optimisme kenaikan suku bunga AS bulan Desember tetap terjaga, setelah Ketua The Fed Janet Yellen pada hari Minggu menegaskan kembali komitmen Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. "Perekonomian A.S tetap kuat dan kekuatan pasar tenaga kerja menuntut kenaikan suku bunga secara bertahap," kata Yellen.

Euro yang melemah, juga menambah kekuatan US Dolar, di tengah meningkatnya ketegangan politik di kawasan tersebut setelah pemerintah Spanyol mengatakan bahwa pemerintah Catalan harus mengakhiri upaya untuk Merdeka.

EUR/USD turun serendah 1.1779 semalam. Bank Sentral Eropa sekarang dianggap kurang hawkish daripada yang diperkirakan pasar bulan lalu, mendorong yield obligasi Jerman lebih rendah dan pada gilirannya melemahkan Euro. ECB dilaporkan sepakat untuk memperluas pembelian aset pada volume yang lebih rendah pada pertemuan 26 Oktober dengan pandangan yang konvergen pada perpanjangan sembilan bulan (Reuters).

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 Oktober 2017 11:58
 
   

Rilis Data AUD - RBA Monetary Policy Meeting Minutes

PDFCetak

Selasa, 17 Oktober 2017 08:42

AUD-RBA.1Berikut Headline RBA Monetary Policy Meeting Minutes,
Ini adalah Notulen meeting ini terakhir tanggal 3 Oktober lalu, dimana RBA mempertahankan suku bunga sebesar 1.50%.

  • Tingkat suku bunga di luar negeri tidak memiliki implikasi "mekanis" untuk suku bunga Australia
  • Setiap perubahan suku bunga akan tergantung pada ekonomi domestik
  • RBA mengatakan bahwa kebijakan telah berkurang secara signifikan di negara maju lainnya
  • Menilai kebijakan ekonomi konsisten dengan target pertumbuhan dan inflasi
  • Kenaikan GDP Q2 konsisten dengan perkiraan kecepatan pertumbuhan
  • Belanja infrastruktur publik meningkat sangat kuat, bertahan selama beberapa tahun
  • Data menunjukkan tekanan harga yang rendah di seluruh ekonomi di Q2
  • Indikator utama menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di atas rata-rata 2017
  • Pasar tenaga kerja masih memiliki kapasitas cadangan, pertumbuhan upah tetap rendah untuk beberapa waktu

AUD/USD turun pasca rilis notulen RBA, bergerak dikisaran 0.7836 turun 0.10%, setelah diawal sesi Asia tadi naik setinggi 0.7856. 

 
 

Dolar menguat karena data manufaktur yang optimis

PDFCetak

Selasa, 17 Oktober 2017 05:30

USD.113Dolar diperdagangkan sedikit lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada data manufaktur yang optimis namun kenaikannya terbatas karena kekhawatiran investor mengenai perlambatan inflasi yang masih berlanjut.

Indeks dolar A.S., yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama , naik 0,20% menjadi 93,27. Dolar naik setelah Bloomberg pada hari Senin melaporkan bahwa Presiden A.S. Donald Trump terkesan dengan ekonom Stanford University John Taylor saat wawancara sebagai kandidat Ketua Federal Reserve. Taylor dipandang lebih hawkish dibanding Yellen.

Sebelumnya US dollar mendapat dukungan setelah Federal Reserve Bank of New York melaporkan bahwa indeks manufaktur Empire State naik menjadi 30,2 di bulan Oktober, setelah mencapai 24,4 bulan sebelumnya.

"Perekonomian A.S tetap kuat dan kekuatan pasar tenaga kerja menuntut kenaikan suku bunga secara bertahap," kata Yellen.

Menurut investment.com's fed rate monitor, 85% trader memperkirakan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuannya di bulan Desember akhir tahun ini .

Ekspektasi stabil untuk kenaikan suku bunga akhir tahun mendorong manajer keuangan untuk memangkas taruhan mereka terhadap dolar yang turun karena data menunjukkan bahwa posisi short net pada greenback turun untuk minggu kedua berturut-turut.

Posisi short short dollar terhadap enam mata uang utama turun menjadi $ 15,4 miliar dari $ 16,8 miliar minggu sebelumnya, data dari CTFC ditunjukkan pada hari Jumat.

Euro masih tertekan atas meningkatnya ketegangan politik di kawasan tersebut setelah pemilihan Austria menempatkan Sebastian Kurz yang konservatif berada di jalur untuk menjadi pemimpin berikutnya sementara pemerintah Spanyol mengatakan bahwa pemerintah Catalan harus mengakhiri sebuah upaya untuk merdeka pada hari Kamis. EUR / USD turun 0,10% menjadi $ 1,1796.

GBP / USD diperdagangkan turun di $ 1,3252 sementara USD / JPY naik 0,02% menjadi Y112.13. [ang]

 
   

Halaman 12 dari 15

© 1999-2017 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.