A A A
Home Trading Berita Mata uang Indeks dolar tertekan saat Fed minutes menunjukkan kekhawatiran tentang inflasi

Indeks dolar tertekan saat Fed minutes menunjukkan kekhawatiran tentang inflasi

PDFCetak

USD.10Dolar jatuh pada hari Rabu ke level terendah dalam dua minggu terhadap beberapa mata uang utama, karena pertemuan terakhir Federal Reserve AS mengisyaratkan pembuat kebijakan terbuka terhadap kenaikan suku bunga di bulan Desember meskipun ada kekhawatiran tentang inflasi yang lemah.

Beberapa pejabat Fed menyatakan bahwa mereka ingin data inflasi lebih banyak dalam beberapa bulan ke depan saat menentukan kenaikan suku bunga selanjutnya.

Pandangan di dalam the Fed pada pertemuan tersebut menimbulkan beberapa keraguan di kalangan pedagang bahwa kenaikan suku bunga yang ketiga di tahun 2017 ini akan menjadi hal yang pasti, meskipun sebagian besar telah masuk ke pasar berjangka.

"Ada komentar mengenai kekhawatiran tentang prospek inflasi yang mengindikasikan sedikit pola pikir yang dovish," kata Minh Trang, pedagang mata uang senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California.

Sementara Pasar berjangka melihat peluang sebesar 88 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Desember, sedikit berubah sebelum rilis minutes Fed terbaru, berdasarkan program FedWatch CME Group.

Risalah pertemuan The Fed kembali menekan dolar, yang telah melemah dari level tertinggi dalam 10 minggu terakhir setelah laporan gaji di bulan September menunjukkan pengusaha memotong pekerjaan.

"Setelah jumlah payroll pada hari Jumat yang lalu, orang telah mengambil keuntungan" pada posisi dolar A.S., kata Lennon Sweeting, kepala strategi pasar di XE di Toronto.

Investor juga prihatin kepada Presiden A.S. Donald Trump yang bertengkar dengan Senator Bob Corker, seorang rekan Republikan yang mungkin dibutuhkan suaranya untuk pemungutan suara mengenai rencana reformasi perpajakannya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang, turun hampir 0,4 persen menjadi 92,93 mencapai titik terendah sejak 26 September.

US dollar sangat lemah terhadap euro karena saham dan obligasi Spanyol melonjak setelah Catalonia berhenti secara formal untuk menyatakan kemerdekaan dari seluruh Spanyol.

Mata uang tunggal tersebut juga terdorong oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mengumumkan bahwa pihaknya akan mengembalikan program pembelian obligasi 2,3 triliun euro pada pertemuan kebijakannya akhir bulan ini.

Pada penutupan perdagangan hari Rabu, Euro mencapai puncak dalam dua minggu terakhir di $ 1,1864. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2017 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.