A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Minyak Stabil di Asia, Fokus Ketegangan Timur Tengah

Harga Minyak Stabil di Asia, Fokus Ketegangan Timur Tengah

PDFCetak

CRUDE.OIL.5Harga minyak stabil di awal perdagangan Asia, ditengah kehati-hatian investor seiring kekhawatiran tentang ketidakstabilan politik di Arab Saudi dan Timur Tengah, setelah Amerika mengalami kenaikan jumlah rig yang beroperasi.

Berita tentang ledakan pipa di Bahrain, yang menurut pejabat Bahrain disebabkan oleh sabotase "teroris", mengipasi kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan sekutu Sunni dan Syiah Iran.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 7 sen menjadi US$56,81 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 6 sen menjadi US$63,58 per barel pada perdagangan Senin (13/11/2017) ini di Singapura.

Pedagang juga mencermati berita dari Venezuela, karena negara OPEC yang kekurangan uang tersebut akan mengadakan pertemuan yang sangat ditunggu dengan investor untuk membahas negosiasi ulang utang luar negeri senilai $ 60 miliar pada hari Senin.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pada hari Minggu bahwa negara tersebut tidak akan pernah gagal membayar hutangnya dan obligasi tersebut telah melonjak pada hari Jumat karena optimisme menjelang pertemuan tersebut.

Kenikan Jumlah Rig AS menunjukkan para produsen minyak di AS tersebut tengah bersiap-siap untuk meningkatakan produksi minyak mentah mereka.

Rata-rata trader berpendapat, harga minyak mentah saat ini pada umumnya ditopang oleh penurunan produksi negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan Rusia.

Langkah yang dilakukan OPEC tersebut memberikan kontribusi terhadap penurunan yang signifikan dalam kelebihan pasokan yang telah membebani pasar sejak 2014. Selanjutnya, ketegangan di Timur Tengah bakal terus meningkatkan gangguan pasokan.

Sementara itu, perusahaan pengeboran minyak Amerika, Baker Hughes, menuturkan, hingga 10 November 2017, ada 9 rig minyak tambahan yang beroperasi di AS. Itu adalah penambahan terbesar sejak Juni. Karena itu, kini ada 738 rig minyak yang beroperasi di AS.

Total rig yang beroperasi itu tersebut menjadi indikator awal produksi minyak masa depan, jauh lebih tinggi dari 2016 yang hanya beroperasi 452 rig . Kondisi itu juga menunjukkan bahwa industri perminyakan AS cukup nyaman beroperasi di tingkat harga minyak mentah saat ini.

Produsen minyak AS telah menaikkan produksi lebih dari 14% sejak pertengahan 2016 menjadi 9,62 juta barel per hari. Itu mengakibatkan penurunan harga minyak mentah berjangka, pada Jumat (10/11/2017), dari level tertinggi pada 2 tahun lalu hingga awal pekan lalu.

Para analis mengingatkan bahwa harga minyak mentah WTI dan Brent sedang mengalami kondii jenuh beli (overbought) menyusul kenaikan harga di akhir Oktober dan awal November, yang berpotensi meningkatkan penurunan harga./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2017 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.