A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Stabil Setelah Anjlok Jum'at Kemarin, Abaikan Komentar "Fed Patrick Harker'

Emas Stabil Setelah Anjlok Jum'at Kemarin, Abaikan Komentar "Fed Patrick Harker'

PDFCetak

GOLD.6

Emas stabil di Asia pada, meski Presiden Federal Reserve Bank Philadelphia Patrick Harker pada hari Senin mengatakan bahwa bank sentral A.S. tidak harus menghapus banyak akomodasi kebijakan moneter sebelum kembali ke posisi netral.

Harker, yang berbicara dengan wartawan di sela-sela sebuah seminar di Tokyo, mengulangi pandangannya bahwa dia memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga bulan depan dan tiga kali tahun depan, namun mengatakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan dilakukan secara bertahap.

Kontrak emas untuk pengiriman Desember melambung naik 0,17% menjadi $ 1,276.35 di divisi Comex New York Mercantile Exchange, level terendah sejak 7 November. Sementara itu laporkan tentang kepemimpinan PM Inggris Theresa May juga turut menambah Risk Sentimen.

Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1275 setelah pagi tadi dibuka di 1274 di awal sesi Asia.

Emas kembali bergerak melemah kemarin, setelah sempat menguat hingga di atas level 1284 pada pekan kemarin ketika USD tertekan oleh wacana penundaan pemotongan pajak perusahaan hingga 2019.

Harga Emas merosot tajam nyaris 1% pada akhir perdagangan Jumat lalu, setelah muncul order Sell besar tanpa katalis yang jelas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, bersamaan dengan pelemahan Dolar AS. Namun demikian, kenaikan harga Emas dalam beberapa hari sebelumnya yang dipicu oleh peningkatan ketegangan di Timur Tengah, masih menahan harga pada posisi gain 1.1% dibanding harga penutupan pada Jumat pekan sebelumnya.

Pelaku pasar juga berspekulasi tentang penjualan intraday yang cukup besar yang membantu menambah tekanan jual pada komoditas tersebut. Emas berjangka berakhir turun $13 di $ 1274.20 per ons, namun membukukan kenaikan mingguan sekitar 0.4%, menandai kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu terakhir.

Penurunan emas masih tertahan, menyusul peringatan Arab Saudi agar warganya tak bepergian ke Libanon pekan lalu, merebak kekhawatiran akan meletusnya konflik bersenjata antara Arab Saudi dengan Hezbollah yang didukung Iran di Libanon./R

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 13 November 2017 11:03
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2017 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.