Harga Minyak bergerak turun karena adanya aksi profit taking

Cetak

Jumat, 20 Oktober 2017 19:35

CRUDE.OIL.8Harga minyak turun pada perdagangan hari Jumat dan bergerak di harga untuk kerugian mingguan karena investor berusaha membukukan keuntungan, meskipun ada ketegangan di Timur Tengah yang telah mengurangi pasokan minyak mentah.

Harga minyak mentah Brent (LCOc1) turun 47 sen menjadi $ 56,76 per barel sementara Minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) (CLc1) berada di $ 50,75 per barel, turun 54 sen.

"Ada sedikit profit taking," kata Olivier Jakob, kepala strategi konsultan Petromatrix. "Minggu ini pasar diperdagangkan dikisaran sempit tanpa momentum yang benar," tambahnya.

Pada hari Jumat Ekspor minyak dari Kurdistan Irak menuju pelabuhan Turki Ceyhan mengalir rata-rata sebesar 216.000 barel per hari versus biasanya akan ada penyaluran sebesar 600.000 bpd.

Pasukan Irak kembali menguasai dua ladang minyak utama di barat laut Kirkuk dari pasukan Peshmerga Kurdi minggu ini, dan kementerian minyak di Baghdad berharap untuk membuat ladang akan kembali beroperasi pada hari Minggu.

Dalam sebuah perkembangan besar, perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft (MM: ROSN), telah sepakat untuk mengendalikan pipa minyak utama Irak Kurdistan dengan investasi 1,8 miliar dolar. Kesepakatan itu "membuat sulit bagi Baghdad untuk melakukan apapun terhadap arus tersebut", kata Jakob.

Meskipun mengalami kerugian pada hari Jumat, para analis mengatakan pasar berada pada jalur menuju penyeimbangan kembali. "Pasar minyak telah beralih ke persediaan yang tidak wajar dan kami berharap ini akan bertahan setidaknya sampai akhir tahun," kata bank investasi AS, Jefferies.

Persediaan komersial minyak mentah A.S. telah turun sebesar 15 persen dari rekor Maret mereka, menjadi 456,5 juta barel, di bawah angka yang terjadi tahun lalu. Sebagian dari penurunan ini disebabkan oleh kenaikan ekspor akibat penurunan tajam harga minyak mentah A.S. ke Brent, yang membuatnya menarik bagi produsen Amerika untuk mengekspor minyak mereka. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.