A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Emas naik di sesi Asia karena kekhawatiran akan inflasi jika Reformasi pajak diberlakukan.

PDFCetak

Jumat, 17 November 2017 15:29

GOLD.1Harga emas naik tipis di Asia karena proses pemotongan pajak A.S. bergerak mendekati akhir sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi bagi beberapa investor.

Kontrak emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik 0,43% menjadi $ 1283,66 per troy ounce. Semalam, Dewan Perwakilan Rakyat A.S. menyetujui undang-undang pemotongan pajaknya dan keputusan sekarang ada di Senat apakah menyetujui Rancangan Undang-undang tersebut atau tidak. Senat akan membahas Undang-Undang ini setelah liburan Thanksgiving minggu depan.

Emas sensitif terhadap pergerakan yang lebih tinggi pada imbal hasil obligasi dan dolar A.S. karena Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing sementara kenaikan suku bunga A.S., menaikkan biaya untuk menahan aset yang tidak menghasilkan seperti bullion.

 
 

Minyak Mentah diperdagangkan datar di sesi Asia

PDFCetak

Jumat, 17 November 2017 13:19

CRUDE.OIL.2Harga minyak mentah sedikit bervariasi pada hari Jumat karena investor melihat ke depan untuk menghitung angka rig AS mingguan untuk mengatur nada.

Di New York Mercantile Exchange crude futures untuk pengiriman Desember naik 0,33% menjadi $ 55,32 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent turun sebesar 0,21% menjadi $ 61,23 per barel.

Semalam, harga minyak mentah melemah karena investor cemas mengenai potensi kenaikan pasokan global di tengah laporan bahwa Turki dan Irak membahas untuk melanjutkan ekspor dari pipa Kirkuk-Ceyhan. Sebuah diskusi antara Irak dan Turki untuk melanjutkan ekspor minyak Kirkuk dari jalur pipa Ceyhan memicu kekhawatiran akan kelebihan pasokan karena banyak yang mengatakan kemungkinan kenaikan ekspor akan memaksa OPEC untuk mengendalikan produksi.

"Prioritasnya adalah untuk melanjutkan ekspor minyak dari Kirkuk melalui pipa Irak-Turki setelah direhabilitasi atau diganti dengan yang baru," kata Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi.

Hal itu menambah kekhawatiran baru-baru ini bahwa produksi AS yang meningkat akan mengurangi dampak pemotongan produksi OPEC, yang sejauh ini secara luas diyakini dapat menyeimbangkan pasar minyak kembali.

 
 

Harga emas kembali tertekan karena prospek kenaikan suku bunga

PDFCetak

Kamis, 16 November 2017 13:20

GOLD.3Pada perdagangan hari Kamis harga emas masih tertekan oleh prospek kenaikan suku bunga pada bulan Desember setelah rilis data inflasi kemarin menunjukkan adanya kenaikan harga di tingkat konsumen.

Kontrak emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun kembali sebesar 0,18% menjadi $ 1,276.20 per troy ounce.

Semalam, harga emas turun setelah dolar bergerak dari posisi terendah dikarenakan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tetap solid, menngukuhkan ekspektasi investor bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini di bulan Desember.

Dua data ekonoi yang dirilis yaitu laporan penjualan ritel dan inflasi mengangkat dolar dari posisi terendah, menekan harga emas untuk menjauh dari level tertinggi sehingga membuat logam mulia tertekan untuk pertama kalinya minggu ini.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Rabu bahwa Indeks Harga Konsumen naik 0,1% bulan lalu setelah melonjak 0,5% di bulan September.

 
   

Minyak Turun ke Sesi Rendah setelah Persediaan Minyak mentah A.S., Bensin Naik

PDFCetak

Rabu, 15 November 2017 22:47

altHarga minyak turun lebih lanjut pada hari Rabu, mencapai tingkat terendah sesi, setelah data menunjukkan kenaikan yang cukup besar pada persediaan minyak dan bensin A.S. pekan lalu.

Minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) turun 71 sen atau sekitar 1,3% ke level terendah dua minggu di $ 54,99 per barel pada pukul 10.:35 ET (22.35 WIB). Harga sekitar $ 55.13 sebelum rilis data persediaan.

Sementara itu, minyak mentah Brent berjangka, patokan untuk harga minyak di luar A.S., turun 76 sen atau 1,2% menjadi $ 61,47 per barel, terendah sejak 3 November.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah naik sebesar 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 10 November. Itu dibandingkan dengan ekspektasi analis terhadap penurunan 2,2 juta barel, sementara American Petroleum Institute pada akhir Selasa melaporkan sebuah pasokan naik 6,5 juta barel.

 
 

Rilis data USD - Crude Oil Inventories

PDFCetak

Rabu, 15 November 2017 22:36

alt1. USD Crude Oil Inventories (actual :1.9M, f'cast : -2.1M, previous : 2.2M)
USD Crude Oil Inventories adalah data ekonomi yang menunjukkan perubahan jumlah persediaan minyak mentah dalam barel pada perusahaan komersial di Amerika dalam seminggu yang lalu.
Jumlah Crude Oil Inventories minggu lalu dirilis lebih BANYAK dibanding perkiraan dan lebih SEDIKIT dibanding previousnya
Data Crude Oil Inventories ini dapat mempengaruhi harga minyak bumi yang bisa juga mempengaruhi inflasi, selain itu juga berdampak pada angka  pertumbuhan ekonomi karena banyak industri mengandalkan minyak sebagai bahan bakar untuk berproduksi.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 15 November 2017 22:39
 
   

Halaman 1 dari 846

© 1999-2017 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.