Home
|
Thursday, 11 March 2010 11:59 |
|
Saat ini Pound masih bergerak flat di area level 1.4973 terhadap US Dollar. Namun masih berpotensi melanjutkan tren negatifnya setelah data sektor industri menunjukkan hasil yang buruk.
Beberapa analis mengatakan bahwa Pound saat ini berada di salah satu titik rentan karena buruknya data-data ekonomi yang dirilis belakangan ini dan kondisi politik yang dalam keadaan “menggantung”, hal ini merupakan halangan untuk pemulihan kondisi ekonomi UK saat ini.
Pound sempat jatuh ke nilai terendah sejak 2 Maret lalu terhadap dolar US setelah data sektor industri bulanan yang dirilis menunjukkan kejatuhan terbesar sejak Agustus tahun lalu. Dirilisnya data sektor industri yang buruk ini membuat Pound jatuh dari nilai tertinggi menuju nilai terendah.
Adanya pernyataan dari anggota BoE Adam Posen dan perdana menteri PM Gordon Brown kembali mendorong Pound untuk bergerak menguat. Adam Posen mengatakan agar masyarakat tetap percaya kepada Pound untuk memberikan support meskipun data yang dirlis baru-baru ini menunjukkan hasil yang buruk.
|
|
Last Updated on Thursday, 11 March 2010 12:07 |
|
Read more...
|
|
|
Thursday, 11 March 2010 11:52 |
|
Pada Rabu malam menjelang dini hari emas kembali terpuruk setelah sempat bertahan sejak pagi hingga sore hari. melemahnya harga emas mengikuti pelemahan yang dialami oleh harga-harga komoditi lainnya seperti minyak dan perak.
Setelah sebelumnya sempat rebound dari titik terendahnya selama dua minggu akibat positifnya data perekonomian China, penurunan yang dialami oleh harga emas kemarin malam membuat emas kembali menyentuh titik terendahnya selama dua minggu di 1,103.85 USD/Troy Ounce.
Para investor yang sebelumnya memprediksikan emas akan terus menguat seiring dengan positifnya kondisi perekonomian dua negara penghasil emas (China dan Australia) kembali melakukan aksi jual karena mereka masih belum yakin emas akan menjadi aset alternatif mereka yang aman.
Selain itu, pemerintah China sendiri kemarin belum mengumumkan adanya rencana untuk membeli emas dari IMF dan sebaliknya mereka lebih memilih untuk mengembangkan sektor pertambangan mereka dengan membeli kepemilikan tambang di - Afrika. Faktor-faktor inilah yang membuat harga emas kesulitan untuk dapat kembali naik ke level 1,130.00 USD/Troy Ounce seperti minggu lalu.
Sampai saat ini emas beraad dibawah level $1110.00 per troy ounce dan diperdagangkan di harga $ 1107.55 per troy ounce. |
|
Thursday, 11 March 2010 09:52 |
|
Dolar terkoreksi terhadap Euro sementara Yen menurun sejalan dengan risk appetite yang meningkat atas kenaikan indek saham Eropa dan AS sehingga menambah permintaan mata uang dengan imbal tinggi. Pihak Bank sentral Jepang diperkirakan akan melunak untuk menekan Yen lebih rendah terhadap Dolar AS dan Euro.
Euro naik 0.4 percent ke $1.3650 terendah di $1.3546 dan naik hingga $1.3679.
Perdagangan Euro berlangsung fluktuatif dan naik 0.9 percent terhadap Yen, namun bukan karena menguatnya Euro akan tetapi lebih karena Yen yang cenderung melemah saat ini.
Pernyataan PM Yunani diperkirakan hanya berdampak kecil terhadap Euro, mengingat apa yang dikatakannya tidak menambah kebaijakan apa yang akan dilakukan untuk membuat Yunani keluar dari krisis saat ini.
Dolar AS naik 0.6 percent terhadap yen ke 90.51 yen setelah naik hingga 90.82,akibat reptariasi Yen ini akan menguntungkan mata uang Jepang tersebut, dimana perusahaan-perusahaan Jepang di luar negeri akan membawa devisa yang lebih besar dengan menguatnya Dolar.
|
|
Last Updated on Thursday, 11 March 2010 10:00 |
|
Read more...
|
|
Thursday, 11 March 2010 08:49 |
|
Pada perdagangan busa saham berjangka AS kemarin (10.03) indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 2,95 poin atau setara dengan 0,03% ke level 10.567,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,16 poin atau hampir sama dengan 0,45% ke level 1.145,61 dan Nasdaq menguat 18,27 poin atau setara dengan 0,78% menjadi 2.358,95.
Penguatan saham-saham wall street tersebut dipicu oleh penguatan saham-saham bank dan teknologi. Saham-saham bank menguat ke titik tertingginya dalam 16 bulan terakhir berkat tanda-tanda membaiknya perekonomian yang diharapkan bisa melancarkan kredit.
Sementara itu, rilis data indikator ekonomi dari US, US Wholesale investories periode januari menujukakan angka -0.2% masih dibawah estimasi pasar yang akan meningkat menjadi 0.20% dari periode sebelumnya di -0.80%
Nasdaq menguat untuk kelima kalinya selama berturut-turut berkat data yang menunjukkan cadangan grosiran turun secara tidak terduga selama Januari dan penjualan grosir mencatat titik tertingginya dalam setahun terkahir. |
|
Last Updated on Thursday, 11 March 2010 08:56 |
|
|
Thursday, 11 March 2010 11:25 |
|
Pada perdagangan Sesi Asia hari ini (11.03) bursa saham global tampak dibuka dengan penguatan. Hal ini dipicu oleg sentimen yang dibawa Wall Street yang diakhiri dengan penguatan dini hari tadi yang memberikan arahan positif pada perdagangan di bursa Asia hari ini.
Pada perdagangan di bursa Hong Kong pagi hari ini tampak terjadi kenaikan yang cukup baik. Bursa Hong Kong menguat seiring dengan kenaikan yang terjadi pada bursa Asia lain seperti Jepang dan Korea Selatan. Pada perdagangan kemarin tampak sepi karena sedang berada dalam fase konsolidasi.
Indeks Hang Seng dibuka dengan penguatan sebesar 0.59 % ke level 213.12 setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup diharga 211.90. Indeks Nikkei untuk kotrak lama dibuka di 106.20 menguat lebih dari 50 poin dari harga penutupan kemarin di 105.60. Sedangkan untuk indeks Kospi diawali dengan penguatan pula sebesar 65 poin menjadi 219.00 setelah kemarin ditutup di 218.35.
Namun, tampaknya penguatan tersebut hanya bersifat termporer, bursa saham Asia terpantau mengalami koreksi dan cenderung melemah, paling utama dialami oleh Indeks Hang Seng, saat ini berada dikisaran 210.50, turun drastis lebih dari 200 poin.
|
|
Last Updated on Thursday, 11 March 2010 11:37 |
|
Read more...
|
|
Thursday, 11 March 2010 09:05 |
|
Rilis data indikator ekonomi GB Manufacturing Production m/m periode Januari sore kemarin, dilaporkan mengalami penurunan cukup tajam dari periode sebelumnya 0.9% menjadi -0.9% angka ini jauh dai estimasi pasar dimana sebelumnya diperkirakan hanya akan turun menjadi 0.3%.
Penurunan output tersebu terutama terjadi pada sektor alat kelistrikan dan optik yang turun sebesar 3.0% (-3.0%). Sub sektor bahan kimia dan rekayasa fiber turun sebesar 2.9% (-2.9%) dan industri produk mineral non metal turun 8.7% (-8.7%).
Pada perdagangan mata uang Rabu kemarin (10.03) Poundsterling mengalami penurunan yang sangat tajam terhadap US Dollar disore hari awal sesi Eropa.
Dengan rilis data indikator ekonomi UK yang turun serta kondisi politik yang masih menggantung sampai sekarang turut menjadi faktor yang memberatkan pound untuk bangkit dari tekan pasar.
|
|
Last Updated on Thursday, 11 March 2010 09:12 |
|
Read more...
|
|
Wednesday, 10 March 2010 22:21 |
* Euro zone fiscal woes linger, fuelling safe-haven demand * Euro turns higher, dollar retreats * Platinum steadies after 7-week high Gold pared gains on Wednesday as safe-haven buying abated after Greece said its plans to curb its budget deficit were ahead of schedule, but persistent worry over the euro zone's fiscal health still lent support. Traders were also cheered by the metal's bounce from the lows it hit in the last session. Platinum rose to seven-week highs at $1,614.50 an ounce, meanwhile, chasing gains in palladium, which climbed to a two-year high late last week. Spot gold was bid at $1,123.30 an ounce at 1435 GMT, against $1,121.15 late in New York on Tuesday. U.S. gold futures for April delivery on the COMEX division of the New York Mercantile Exchange rose $1.20 to $1,123.50 an ounce. "It looks like there is still some safe-haven money (coming in)," said Deutsche Bank trader Michael Blumenroth. "It looks constructive. We tested the downside yesterday and it came back pretty strongly, so I think the next move will be on the upside rather than the downside." The euro rose 0.2 percent to $1.3623 after hitting a session low of $1.3546. Greece said in a report it is ahead of schedule with plans to tame its budget deficit, and there has been no slippage in moves to rein in spending. [FRX/] Fears over the fiscal health of the euro zone have supported gold this week. Fitch Ratings said on Tuesday it still has a negative outlook on Portugal's credit rating, which heightened concern that peripheral euro zone economies may face debt problems similar to those of Greece. "All the worries about the fiscal situation, and how that is managed, are being read as positive for gold," said Credit Agricole analyst Robin Bhar.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 117 |
Fundamental Analysis
Purchasing Manager Index (PMI) adalah survey bulanan yang dilakukan oleh NTC Research, di mana data ini dapat menginformasikan indikasi apa yang terjadi di sektor ekonomi dengan mengamati beberapa variable seperti output, order baru, tenaga kerja dan harga barang produksi manufaktur.
|
|
|
|
Quotes
Loading...
Loading...
-
Suddenly, It's Like Last Summer: "Failed Financials" Jump on Huge Volume
-
Despite Obama's Best Efforts, Housing Prices Have Further to Fall, Says Glenn Tongue
-
One Year Later: You Can Still Make Money But "It's Nowhere Near as Easy," Top Manager Says
-
America Isn't Greece, But "The Wolf Could Be at Our Door Sooner Than We Think," Reinhart Says
-
China's Housing Bubble Is Inflating Faster Than Ever
-
Cisco Says New Router to "Forever Change the Internet": The Question Is 'When?'
-
Carmen Reinhart: "Speculators Are Like Vultures," But Don't Blame Them for Greek Crisis
-
Growing Middle Class Puts Emerging Markets Ahead of U.S., Frank Holmes Says
-
Buy Gold While Supplies Last, Says Fund Manager
-
The Amazing Recovery: Here's Everything That's Happened Since the Dow's March 9, 2009 Low
|
|